Kompas.com - 16/10/2020, 14:24 WIB
Pekerja menggunakan masker saat berjalan di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). PSBB kembali diterapkan tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja menggunakan masker saat berjalan di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). PSBB kembali diterapkan tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum.

KOMPAS.com - Penularan Covid-19 di perkantoran memang mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang tercatat dalam corona.jakarta.go.id, setidaknya terdapat 27 klaster penularan Covid-19 yang terjadi di kantor kementerian.

Walau pengelola perkantoran sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, ternyata hal itu tidak membuat para karyawan merasa tenang.

Menurut hasil survei Employee Engagement yang dilakukan lembaga SurveySensum terhadap 540 karyawan korporat di Indonesia, sebanyak 60 persen karyawan fokus memikirkan kondisi kesehatan mereka dan keluarganya saat ini. 

Sebanyak 41 persen karyawan yang disurvei pada September 2020 itu merasa takut kembali bekerja di kantor karena berbagai faktor.

Dari jumlah itu, sekitar 61 persen karyawan beranggapan rekan kerja mereka tidak mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: 3 Faktor Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19 di Klaster Perkantoran

Sekitar 57 persen responden khawatir dengan peningkatan kasus Covid-19, 37 persen meragukan sanitasi atau kebersihan tempat kerja, 27 persen merasa produktivitas dan performa mereka akan berkurang dengan bekerja di kantor, dan 23 persen takut terpapar virus saat melakukan perjalanan dari rumah menuju kantor.

Adi Sumarno, Head of Human Resources di Wipro Unza Vitalis, mengatakan, pihaknya juga melakukan survei serupa kepada karyawannya, dengan jumlah responden 543 orang.

Faktor yang membuat karyawan cemas jika bekerja di kantor, menurut Adi, hampir sama dengan survei Sensum, antara lain kemungkinan adanya interaksi fisik antar-sesama karyawan serta pemahaman berbeda terkait Covid-19.

Panduan WFH dari perusahaan

Untuk meningkatkan rasa aman karyawan, Adi mengatakan, perusahaannya mengembangkan panduan protokol Covid-19, mengadakan PCR atau tes swab, serta membagikan panduan protokol hidup sehat dan tips WFH.

"Kami memang tidak bisa 100 persen memberlakukan WFH bagi seluruh karyawan, tapi kami tetap berusaha mengutamakan keamanan karyawan," ucapnya.

Baca juga: Perkantoran Masih Jadi Salah Satu Klaster Tertinggi Penyebaran Covid-19 di Jakarta

Sementara itu, HR Business Partner for Consumer Product Division di L'Oreal Indonesia Lisa Rosalina mengungkap keselamatan pekerja atau karyawan menjadi hal utama di masa tidak pasti seperti sekarang.

"Saat ini, karyawan di L'Oreal Indonesia beradaptasi dengan cara bekerja yang baru, seperti jumlah jam kerja yang lebih panjang dan melakukan video call," kata Lisa dalam acara yang sama.

Walau tidak bertemu secara fisik, menurut Lisa, sangat penting menjaga komunikasi dan kedekatan dengan karyawan.

"Kami tidak bisa melihat rekan-rekan kerja setiap hari, tetapi setidaknya kami masih keep in touch dengan mereka."

PT Bayer Indonesia saat ini juga tidak mewajibkan karyawannya untuk kembali bekerja di kantor karena angka penularan Covid-19 yang masih tinggi.

"Kami ingin memastikan karyawan kami bekerja di rumah dengan aman dan nyaman," kata Luluina Karina Singarimbun, Head of Human Resources Bayer Indonesia.

Baca juga: Tips Atasi Jenuh dan Cara Lebih Produktif Saat WFH



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X