Kapan Usia yang Tepat Melatih Anak Tidur Sendiri?

Kompas.com - 16/10/2020, 15:06 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

KOMPAS.com – Untuk melatih kemandirian dan keberanian anak, orangtua bisa mengajarkan anak untuk tidur sendiri. Hal ini memang tidak mudah untuk dilakukan.

Terkadang ada anak yang tidak mau tidur sendiri karena sudah terbiasa tidur dengan orangtuanya. Ada juga anak yang tetap memilih tidur bersama orangtuanya karena merasa takut sendirian di kamar.

Psikolog anak Jovita Maria Ferliana menjelaskan, untuk anak yang usianya di atas dua tahun memang lebih sulit untuk dilatih tidur sendiri. Sebab anak sudah mengenal pola terbiasa tidur bersama orangtuanya.

“Treatment yang dilakukan jadinya harus rutin dan penjelasan juga harus lebih sering,” kata Jovi saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: 5 Cara agar Tenang dan Terkendali Saat Anak Tantrum

Ia menambahkan, idealnya anak dilatih untuk tidur sendiri di usia empat bulan hingga sembilan bulan. Dalam jurnal penelitian dikatakan usia tersebut adalah waktu paling baik.

Alasannya karena anak sudah melewati fase tiga bulan pertama yang harus diberi ASI secara intens. Memasuki usia empat bulan, biasanya waktu pemberian ASI sudah lebih longgar sehingga anak bisa tidur lebih nyenyak.

Melatih anak tidur sendiri sedini mungkin membuat anak lebih terbiasa sejak awal. Sehingga saat anak tidur di kamar sendiri di usia satu atau dua tahun tidak ada masalah.

“Tapi memang kembali lagi lihat kondisi keluarga, enggak bisa saklek. Mungkin saja dalam satu rumah ruangannya terbatas sehingga tidak mungkin untuk sleep training,” imbuh Jovi.

Jika kondisinya demikian, maka yang bisa dilakukan oleh orangtua adalah co-sleep training atau tidur bersama dengan anak di dalam ruangan yang sama tapi tempat tidurnya terpisah.

Baca juga: Anak Sering Terpapar Gadget Selama Pandemi, Orangtua Harus Apa?

Di sisi lain, ada pula orangtua yang merasa tidak tega jika harus melatih anaknya tidur sendiri di bawah usia satu tahun. Menurut Jovi, hal itu tidak masalah untuk dilakukan.

Orangtua bisa mulai melatih anaknya tidur sendiri di usia tiga tahun. Selain itu, orangtua juga harus meyakinkan diri bahwa anaknya bisa tidur sendiri.

Sebab terkadang, anak sebenarnya tidak masalah tidur sendiri tapi orangtua merasa ‘berat’ sehingga menunda untuk melakukan sleep training.

Bila kondisinya demikian, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orangtua. Pertama, pastikan kamar anak adalah ruangan yang aman. Singkirkan benda-benda yang mungkin bisa melukai anak.

Baca juga: Kecemasan dan Depresi Orangtua Ganggu Mental Anak, Cara Mengatasinya?

Kedua, gunakan baby monitor atau CCTV sehingga orangtua bisa langsung mengontrol kondisi anak. Selain itu, orangtua juga bisa sesekali menengok anak saat sedang tidur di kamarnya sendiri.

“Tapi jangan terlalu sering karena bisa menganggu tidur anak,” kata Jovi.

Bagi orangtua yang siap melakukan latihan tidur pada anak, ada satu hal yang perlu diingat yaitu bangun fondasi rasa aman sebelum anak terbiasa tidur sendiri. Jangan langsung meninggalkan anak di kamar karena bisa menimbulkan trauma.

Orangtua harus melakukan latihan tidur secara perlahan. Misalnya ikut tidur di awal bersama anak lalu setelah anak pulas baru ditinggal ke kamar.

Bisa juga mengajak anak mendesain kamarnya sendiri sesuai dengan keinginannya. Dengan begitu anak memiliki rasa kepemilikan terhadap kamar sehingga mau tidur sendiri.

Baca juga: Mengapa Anak Jadi Susah Makan Selama Pandemi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X