KOMPAS.com - Penyandang disabilitas seringkali menerima stigma dan diskriminasi dari masyarakat karena kekurangannya. Mereka juga kerap dipandang sebelah mata dalam berbagai hal, terutama soal pekerjaan.
Hal ini membuat banyak penyandang disabilitas tidak memiliki pekerjaan sehingga tingkat ekonominya pun relatif rendah.
Meski begitu, tidak banyak orang yang tahu, bahwa sebenarnya para penyandang disabilitas juga mempunyai semangat yang besar untuk bekerja dengan baik.
Bahkan, mereka cenderung lebih kreatif dan mudah beradaptasi dengan ilmu-ilmu yang baru didapatkan.
Salah satunya, para pekerja yang menjadi barista di sebuah kafe kecil di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan.
Baca juga: Viral Cafe More Bandung, Sajikan Kopi Racikan Barista Penyandang Tunanetra
Tempat kopi bernama Sunyi Coffee tersebut bisa di dibilang rumah bagi semua barista tuli yang berjumlah 7 orang. Mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat.
Dalam siaran langsung di Instagram LocknLock bersama dengan Sunyi Coffee, Jumat (16/10/2020), co-founder Sunyi Coffee, Almas Nizar menjelaskan bahwa berdirinya kafe ini memang karena isu-isu terkait penyandang disabilitas.
Menurutnya, teman-teman penyandang disabilitas acap kali mendapatkan pekerjaan yang kurang layak untuk menunjang kehidupan mereka.
Maka, dengan adanya Sunyi Coffee ini diharapkan menjadi ruang berkreativitas bagi para penyandang disabilitas, seperti teman-teman tuli.
"Semua barista kami tuli dan mereka tetap siap, serta layak untuk bekerja secara profesional," katanya.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.