Kompas.com - 19/10/2020, 17:41 WIB
Editor Wisnubrata

Misalnya, beberapa pria menganggap dirinya superior dan lebih baik dibandingkan perempuan. Sebagian pria juga “diajarkan” untuk melakukan pelecehan dan kekerasan seksual.

Anggapan-anggapan di atas tak dipungkiri memicu kekerasan dalam rumah tangga hingga pelecehan seksual dan pemerkosaan.

Dikutip dari lembaga non-profit Do Something, 85% dari korban kekerasan dalam rumah tangga adalah perempuan. Kekerasan dalam rumah tangga juga menjadi penyebab utama cedera pada wanita.

Baca juga: Kekerasan Seksual, Siapa Paling Rentan Menjadi Korban?

Perilaku toxic masculinity di atas yang tidak terkendali juga dapat menimbulkan efek berikut ini:

  • Bullying atau perundungan
  • Kekerasan dalam rumah tangga terhadap pasangan dan anak
  • Kekerasan seksual terhadap pasangan
  • Penyalahgunaan obat-obatan
  • Bunuh diri
  • Trauma psikologis
  • Kurangnya persahabatan yang tulus

Mencegah perilaku toxic masculinity pada anak

Salah satu cara untuk menghentikan siklus toxic masculinity adalah mengajarkan anak sejak dini, terutama anak laki-laki.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kita coba di rumah untuk diajarkan pada Si Kecil:

  • Sampaikan bahwa anak laki-laki juga boleh menangis dan mencurahkan apa yang dirasakan
  • Hindari ujaran yang merendahkan perempuan, seperti, “Kamu berbicara seperti perempuan” atau “Jangan berjalan seperti perempuan ya”
  • Ajari konsep konsensual sejak dini yang sesuai dengan umur Si Kecil. Misalnya, sampaikan bahwa setiap orang memiliki batasan yang tidak bisa sembarangan dilewati. Anda juga bisa mengajarkan bahwa tubuh setiap orang adalah milik orang tersebut – sehingga ia tak bisa sembarangan menyentuh atau memeluk tanpa izin orang lain.
  • Berhati-hati dalam memberikan media hiburan pada anak. Apabila Anda mendeteksi elemen toxic masculinity di film atau buku kesukaannya, Anda bisa memberikan intervensi bahwa elemen tersebut tidak patut untuk dicontoh.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Apa Saja yang Termasuk Pelecehan Seksual?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.