Kompas.com - 20/10/2020, 19:06 WIB
Ilustrasi menolak pakai masker shutterstockIlustrasi menolak pakai masker
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Masker wajah telah dinyatakan sebagai alat penting untuk menekan lajunya penyebaran virus SARS-COV-2.

Di beberapa negara yang tingkat penularannya rendah pun, semua orang masih dianjurkan untuk tetap menggunakan masker.

Sayangnya, sebagian masyarakat ada yang mengabaikan penggunaan masker dan mayoritas mereka adalah pria.

Pada bulan Mei, dua peneliti di Middlesex University London dan University of Berkeley California melakukan survei terhadap 2.459 orang di AS.

Peneliti tersebut menemukan, bahwa pria cenderung tidak memakai masker di depan umum karena merasa itu memalukan, tidak keren, dan menjadi tanda kelemahan.

Sementara itu, dalam studi yang dilakukan oleh sebuah lembaga nirlaba AS yang berfokus pada masalah kesehatan masyarakat, Kaiser Family Foundation juga menemukan, sebanyak 68 persen wanita lebih sering memakai masker.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan, pria yang memakai masker hanya sekitar 49 persen saja.

"Lebih banyak pria yang enggan melakukan tindakan pencegahan Covid-19 dibandingkan dengan wanita” kata penasihat pengembangan program dan gender di International Media Support Denmark, Emma Lygnerud Boberg.

Baca juga: Mengapa Masih Ada Orang Enggan Memakai Masker Selama Pandemi Covid-19?

Di samping soal masker, banyak pria yang cenderung tidak mengenakan sabuk pengaman dan tidak mengunjungi dokter umum saat mereka sedang sakit.

Hal ini sepertinya bermuara pada toxic masculinity sehingga membuat pria mengagungkan kekuatan sampai mengabaikan potensi bahaya yang bisa menimpa mereka.

"Pria dibentuk menjadi dominan dan mandiri. Semua ciri ini memperkuat norma patriarki yang menghadirkan maskulinitas sebagai sebuah pertunjukan," kata psikolog yang ahli di bidang gender, Peter Glick kepada The Independent.

"Pada kasus Covid-19, masker bisa diartikan menunjukkan kelemahan pada sebagian pria, bahwa mereka takut terhadap virus," lanjutnya.

Menurutnya, kaum konservatif membela pria yang tidak menggunakan masker akibat sejarah panjang stereotip maskulin.

Padahal, sampai saat ini cara paling efektif untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19 salah satunya dengan menggunakan masker yang tepat.

Baca juga: Toxic Masculinity dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental Laki-laki



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X