Kompas.com - 20/10/2020, 19:32 WIB
Ilustrasi membersihkan wajah shutterstockIlustrasi membersihkan wajah
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Ada berbagai produk pembersih wajah untuk membersihkan make up yang tersedia di pasaran. Mulai dari micellar water, oil cleanser, dan milk cleanser.

Kamu mungkin sudah cukup familiar dengan micellar water, lalu bagaimana dengan oil cleanser dan milk cleanser? Apa perbedaan keduanya?

Bagi kebanyakan orang, cara membersihkan muka setelah menggunakan make up tak cukup hanya satu kali.

Alhasil, teknik double cleansing atau dua tahap pembersihan wajah pun dilakukan agar wajah bebas dari sisa make up.

Untuk melakukan double cleansing, sebagian orang mungkin menggunakan oil cleanser dan beberapa orang lainnya menggunakan milk cleanser.

Namun, yang menjadi pertanyaan, apa perbedaan oil cleanser dan milk cleanser? Mana yang lebih baik untuk wajah? 

1. Tekstur dan kandungan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu perbedaan oil cleanser dan milk cleanser yang paling utama terletak pada tekstur dan kandungannya.

Sesuai namanya, oil cleanser adalah produk pembersih wajah berbahan dasar minyak. Oil cleanser terbuat dari berbagai campuran minyak yang mampu melembapkan dan menutrisi kulit wajah.

Sedangkan, milk cleanser adalah produk pembersih wajah lembut dan ringan yang terbuat dari perpaduan air dan minyak (emulsi alami lemak).

Baca juga: 7 Aturan Membersihkan Wajah Agar Kulit Tak Bermasalah

2. Fungsi oil cleanser dan milk cleanser

Oil cleanser mampu mengangkat sisa-sisa make up waterproof dan produksi sebum berlebih sampai menembus pori-pori kulit yang lebih dalam seraya menutrisi kulit.

Beberapa sabun pembersih wajah bebas minyak mungkin dapat mengganggu keseimbangan minyak alami kulit sehingga memperburuk kondisi kulit dalam menyeimbangkan kadar minyak.

Di sinilah fungsi oil cleanser bekerja untuk menjaga keseimbangan tingkat kelembapan minyak alami kulit.

Sementara, milk cleanser dapat mengangkat kotoran dan sisa-sisa make up nonwaterproof tanpa menghilangkan minyak alami di kulit wajah.

Milk cleanser juga dapat menjaga kulit tetap terhidrasi, bersih, dan segar.

3. Tipe kulit wajah yang cocok menggunakan

Perbedaan oil cleanser dan milk cleanser juga terletak pada tipe kulit wajahnya. Banyak orang percaya bahwa oil cleanser dapat digunakan oleh semua tipe kulit wajah, termasuk kulit berminyak.

Oil cleanser diyakini dapat mengangkat kelebihan minyak di wajah lantaran memiliki kandungan kimia yang mirip di antara keduanya. Dengan kata lain, oil cleanser dianggap bisa menarik produksi minyak berlebih di wajah.

Faktanya, oil cleanser cocok digunakan sebagai produk pembersih pertama dalam double cleansing bagi pemilik kulit kering dan kulit sensitif.

Ini karena oil cleanser lebih baik dalam membersihkan kulit kering dan kulit sensitif daripada kulit berminyak, yang cenderung lebih banyak memproduksi minyak di wajah.

Bagi kamu yang memiliki kulit normal dan kulit kombinasi, milk cleanser dapat dipilih sebagai produk pembersih tahap pertama dalam double cleansing.

Baca juga: 8 Kesalahan Umum Saat Membersihkan Wajah

4. Cara penggunaannya

Cara penggunaan produk juga menjadi perbedaan oil cleanser dan milk cleanser selanjutnya.

Untuk menggunakan oil cleanser, pastikan tangan dalam kondisi bersih dan kering saat akan membersihkan wajah.

Teteskan oil cleanser secukupnya pada telapak tangan. Lalu, oleskan ke seluruh permukaan wajah, terutama pada area T wajah (dahi, hidung, dan dagu), seraya memijatnya perlahan.

Basahi telapak tangan dengan air hangat, lanjutkan kembali proses memijat wajah dengan cleansing oil. Jika sudah, bersihkan cleansing oil di wajah menggunakan air hangat.

Keringkan wajah dengan cara menepuk-nepuknya menggunakan handuk atau kain bersih yang lembut

Sementara, cara penggunaan milk cleanser dilakukan dengan memastikan kedua tangan sudah dalam kondisi bersih dan kering terlebih dahulu.

Kemudian, tuang milk cleanser pada telapak tangan secukupnya, oleskan pada permukaan wajah, baik dalam kondisi kering atau masih menggunakan make up, secara merata.

Bersihkan milk cleanser di wajah menggunakan kapas seraya menekan permukaan wajah perlahan agar make up dapat terangkat sempurna.

Penting diketahui bahwa setelah menggunakan oil cleanser dan milk cleanser, kamu perlu melanjutkan tahap kedua dalam double cleansing, yakni dengan penggunaan sabun pembersih wajah sesuai jenis kulit.

Dengan demikian, proses pembersihan wajah dalam mengangkat sisa-sisa make up, kotoran, dan minyak di wajah dapat optimal. Kulit wajah pun akan terasa bersih, lembap, dan halus.

Baca juga: Tanda Produk Pembersih Wajah Tak Cocok di Kulit

Mana yang lebih baik di antara oil cleanser dan milk cleanser?

Pada dasarnya, mana yang lebih baik di antara oil cleanser dan milk cleanser untuk membersihkan wajah tergantung pada jenis dan kebutuhan kulit wajah.

Oil cleanser sangat membantu bagi orang-orang yang sering menggunakan make up waterproof berat selama seharian.

Sementara, penggunaan milk cleanser memiliki formula yang melembutkan kulit dan mencegah timbulnya jerawat.

Jadi, apa pun jenis kulit wajah yang dimiliki, kembali lagi pada kebutuhan masing-masing. 



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X