Kompas.com - 24/10/2020, 17:11 WIB
Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.

KOMPAS.com--Untuk memperlambat penyebaran covid-19, kini masker menjadi hal wajib untuk digunakan saat keluar rumah. Namun, masker yang menutupi wajah kemudian menjadi masalah tersendiri dalam komunikasi.

Bagi tuna rungu, membaca bibir sangat penting untuk komunikasi. Itulah mengapa Samuel Atcherson, seorang profesor dari University of Arkansas mengembangkan masker wajah dengan bahan yang bening untuk memungkinkan membaca bibir.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Audiology Today, temuan Atcherson dan rekan-rekannya dengan bahan transparan memang memudahkan orang untuk melihat gerak mulut dan bibir, namun tetap saja masker akan meredam suara antara 12 hingga 13,3 desibel.

Sedangkan masker buatan sendiri yang terbuat dari kain transparan mampu meredam suara hingga 21,1 desibel.

Masker wajah transparan hanyalah perbaikan sementara untuk masalah yang lebih besar, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan pendengaran.

Baca juga: Cegah Mata Kering Saat Memakai Masker

Masalah karena masker bukan hanya menjadi masalah untuk mereka untuk mereka yang memiliki gangguan pendengaran. Orang lain juga sangat bergantung pada membaca bibir saat berkomunikasi secara langsung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ekspresi di sekitar mata

Menurut Patti Wood, pakar bahasa tubuh dan komunikasi nonverbal, sebenarnya masalah komunikasi ini masih bisa diatasi dengan mengandalkan mata yang tak tertutup masker.

“Mata kita telah berevolusi untuk merespons tanpa sadar apa yang kita lihat dan rasakan,” kata Wood yang telah menulis tujuh buku tentang komunikasi.

Baca juga: Cara Membaca Ekspresi Wajah Orang Lain Saat Memakai Masker

Misalnya, ketika kita melihat sesuatu yang menakutkan atau mengancam, mata kita akan secara alami melebar untuk memperluas bidang penglihatan dan meningkatkan jumlah cahaya yang dapat diserap pada saat itu.

Ilustrasi tersenyumDigital Vision. Ilustrasi tersenyum

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.