Kompas.com - 24/10/2020, 18:00 WIB

KOMPAS.com – Karies atau gigi berlubang termasuk masalah gigi yang banyak dialami oleh anak-anak. Walau begitu, masalah gigi ini tak bisa dianggap sepele.

Karies yang tidak tertangani dengan baik berpengaruh terhadap status gizi anak. Sebab karies dapat menyebabkan rasa ngilu yang membuat anak tidak nafsu makan.

Selain itu, sebenarnya karies pada anak bisa dicegah. Caranya cukup mudah yakni dengan menyikat gigi minimal dua hari sekali.

Sikat gigi harus sudah mulai dilakukan bahkan sejak gigi anak belum tumbuh. Sebab ASI juga bisa mengotori rongga mulut anak hingga memicu pertumbuhan bakteri.

Dijelaskan oleh dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak Avianti Hartadi, pada bayi yang belum tumbuh gigi cara membersihkan rongga mulut cukup sederhana.

Orangtua hanya membutuhkan kasa yang dibasahi air putih. Kemudian kasa itu dililitkan ke jari telunjuk.

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Hanya Sikat Gigi Sekali Sehari

"Setelah itu bersihkan lidah, gusi, dan seluruh area rongga mulut anak," ujar Avianti dalam webinar 'Gigi Anak Sehat Selama Pandemi'  beberapa waktu lalu.

Pasta gigi

Pada anak yang giginya mulai tumbuh, sudah bisa dibersihkan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Dari gigi anak tumbuh hingga usia tiga tahun, pilihlah sikat gigi berukuran kecil dengan bulu yang lembut. Selain itu, gunakan pasta gigi fluoride seukuran biji beras.

Pasta gigi fluoride dibutuhkan untuk menghambat proses perkembangan gigi berlubang dan memperkuat ketahanan email terhadap lubang.

Beberapa orangtua mungkin khawatir jika pasta gigi fluoride dapat berbahaya untuk anak, terlebih jika usianya masih di bawah satu tahun.

Baca juga: 3 Kebiasaan Orangtua yang Tularkan Gigi Berlubang pada Anak

Namun dikatakan oleh Avianti, penggunaan pasta gigi fluoride dalam ukuran yang tepat aman bagi anak. Fluoride berbahaya apabila dosisnya mencapai 5 mg x berat badan anak.

“Kalau ukurannya sebutir beras, dosisnya hanya 0,05 sampai 1 gram jadi masih aman,” imbuh dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah Bintaro Jaya.

Orangtua tetap harus mendampingi anak saat menyikat gigi walaupun mungkin anak sudah mampu melakukannya sendiri.

Selain itu, orangtua perlu memastikan anak menyikat gigi dengan cara yang benar. Sikatlah gigi bagian depan dengan arah memutar ke kiri dan kanan.

Kemudian lanjutkan dengan menyikat sisi atas dan bawah gigi. Jangan lupa menyikat area belakang gigi dan lidah sebanyak satu kali. Terakhir, berkumur untuk membersihkan rongga mulut sebanyak satu kali.

Baca juga: Waspadai, Masalah pada Gigi akibat Suka Kunyah Es Batu

“Menyikat gigi minimal dua kali sehari, setelah sarapan atau sebelum tidur. Waktunya kurang lebih dua menit,” imbuh Avianti.

Tapi tidak ada salahnya anak juga menyikat gigi sehabis makan siang. Selain itu, ada baiknya sehabis sikat gigi sebelum tidur ada baiknya gunakan dental flossing.

Kondisi gigi anak terkadang membuat sisa makanan tetap terselip walau sudah menyikat gigi. Dental flossing membantu mengeluarkan sisa makanan yang terselip itu agar tidak memicu karies.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.