Kompas.com - 26/10/2020, 08:24 WIB
Ilustrasi alergi SHUTTERSTOCK/NOPPAWAN09Ilustrasi alergi

KOMPAS.com - Masyarakat akan menyambut libur panjang akhir pekan ini. Namun, jangan lupa pula bahwa kita sudah memasuki musim hujan.

Selain harus mewaspadai penyakit yang rawan menyerang tubuh, beberapa penyakit kulit juga rentan terjadi di musim hujan.

Direktur Medis dan Konsultan di Klinik Dermalogia, dr. Arini Astasari Widodo, SpKK menyebutkan, setidaknya ada empat penyakit kulit yang perlu diwaspadai:

1. Infeksi jamur
Infeksi jamur sebetulnya bisa saja terjadi di musim apapun. Namun lingkungan lembap di musim hujan membuat jamur bertambah banyak.

Infeksi jamur rentan terjadi di daerah tubuh seperti yang lembap dan banyak berkeringat, seperti kaki, sela paha, rambut, dan ketiak.

"Manifestasi jamur sebetulnya ada banyak dan jamur penyebab kelainan kulit dapat berbeda-beda," ungkap dr. Arini dalam sesi kulwap media, belum lama ini.

Jamur penyebab panu dan kutu air, misalnya, adalah jamur yang berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pityrosporum folliculitis atau fungal acne juga dapat meningkat prevalensinya jika kelembapan tinggi, apalagi jika seseorang menggunakan bahan yang berminyak di punggung seperti minyak pijat.

2. Biang keringat
Kelembapan tinggi dan suhu panas juga rentan memicu biang keringat, terutama pada bayi dan anak.

Seperti panu dan pityrosporum folliculitis, biang keringat juga kerap terjadi di area punggung.

Alasannya, punggung merupakan area yang lembap dan sering berkeringat.

3. Hipersensitivitas akibat gigitan serangga
Prevalensi kondisi kulit seperti insect bite hypersensitivity atau hipersensitivitas akibat gigitan serangga juga meningkat di musim hujan.

Sebabnya, pada musim hujan kita cenderung lebih banyak menemukan serangga seperti nyamuk.

Sehingga selain lebih waspada dengan penyakit seperti demam berdarah, kondisi kulit ini juga perlu dicegah.

4. Alergi
Beberapa tipe alergi juga mungkin terjadi di musim hujan.

Di antaranya alergi suhu dingin dan alergi terhadap komponen atau eksim yang dipicu oleh komponen jamur (mold).

Manifestasi jamur lain yang juga sering terjadi di musim hujan adalah kurap, kudis, kutu air, dan keputihan.

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Waspadai 5 Penyakit Berikut

Pencegahan
Secara umum, penyakit kulit yang rentan terjadi di musim hujan dapat dicegah dengan tindakan-tindakan berikut:

  • Meningkatkan pengetahyan tentang penyakit kulit yang rentan muncul di musim hujan.
  • Waspadai risiko penularan dari manusia, binatang, maupun tanah (untuk jamur).
  • Menjaga kebersihan. Mandilah secara teratur, minimal dua kali sehari, mencuci tangan, menjaga kebersihan area bersama, hingga menghindari kelembapan berlebihan.
  • Hindari keringat berlebih.
  • Hindari terinfeksi.
  • Hindari berbagi barang pribadi.
  • Mengenakan pakaian yang menyerap keringat, segera mengganti baju setelah berkeringat dan mandi secara teratur, serta
  • Segera obati orang sekitar yang terjangkit jamur.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.