Mengenal Alergi Dingin dan Cara Mencegahnya Kambuh

Kompas.com - 26/10/2020, 12:15 WIB
Ilustrasi Thinkstock.comIlustrasi

KOMPAS.com - Udara dingin semakin sering terasa seiring dengan masuknya kita ke musim hujan.

Bagi sebagian orang yang memiliki alergi, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri.

Direktur Medis dan Konsultan di Klinik Dermalogia, dr. Arini Astasari Widodo, SpKK menjelaskan, alergi suhu dingin sendiri disebut urtikaria dingin atau biduran yang muncul karena udara yang dingin.

Ini ditandai dengan bentol dan gatal pada kulit yang muncul setelah terkena suhu dingin.

"Reaksi alergi ini dapat hilang setelah pemicu dihilangkan, namun dapat muncul kembali apabila terpajan suhu dingin," kata dia dalam sesi kulwap media, belum lama ini.

Pada penderita alergi dingin, dasar kulit biasanya merah, kemudian tampak bentol atau pembengkakan di atasnya dan terasa gatal.

Ukuran bentol yang timbul berbeda-beda. Mulai dari ukuran kecil seperti digigit nyamuk, hingga ukuran besar yang seperti membentuk pulau-pulau.

Alergi dingin dapat terjadi baik akibat terpajan suhu dingin melalui udara maupun air dingin.

Sementara biduran lebih sering muncul akibat pajanan udara yang lembap dan angin yang dingin.

" Biduran ini apabila tidak parah, umumnya dapat menghilang dengan sendirinya setelah beberapa saat sudah tidak terpajan suhu yang dingin," kata dokter yang juga pengajar di UKRIDA Jakarta itu.

Baca juga: Musim Hujan, Waspadai 4 Penyakit Kulit Berikut

Apakah saya mengalami alergi dingin?
Untuk mendiagnosis secara pasti kondisi ini, berkonsultasilah dengan dokter spesialis kulit.

Dr. Arini menjelaskan, dokter pada umumnya akan melakukan tes spesifik yang disebut ice cube test, yakni menaruh ice cube atau es batu di kulit pasien kemudian mengamati apakah ada gejala biduran atau urtikaria di lokasi tersebut.

"Apabila gejala urtikaria dingin ini disertai gejala seperti bengkak, sesak napas, jantung berdebar, segeralah konsultasikan ke dokter spesialis kulit terdekat," ucapnya.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah kekambuhan alergi dingin antara lain:

  • Menghindari pajanan udara, air, atau benda dingin.
  • Menghindari makanan dan minuman yang terlalu dingin.
  • Berkonsultasi ke dokter dan minum obat sesuai dengan saran dokter.
  • Menginformasikan kondisi alergi dingin ini apabila berobat atau mau menjalani prosedur medis apapun, serta
  • Jika mau bepergian ke daerah dengan musim dingin, berkonsultasilah dulu dengan dokter untuk di berikan obat apabila alergi dingin kambuh diperjalanan.
  • Baca juga: Ini Cara Membedakan Anak Alergi Dingin atau Pilek



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X