Kompas.com - 26/10/2020, 13:03 WIB
Video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang tengah melakukan unboxing sebuah sneaker diunggah di akun @navertoolavish. REPRO BIDIK LAYAR @@navertoolavish.Video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang tengah melakukan unboxing sebuah sneaker diunggah di akun @navertoolavish.

KOMPAS.com - Video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang tengah melakukan unboxing sepasang sneaker diunggah di akun @nevertoolavish.

Dalam video itu terlihat Kepala Negara membuka kotak sepatu jenis Sang Sekerta Lohita.

Sang Sekerta Lohita menjadi sneaker kolaborasi Yang Ayam, milik Kaesang, dengan merek sepatu lokal Ventela dan rumah desain custom Nevertoolavish.

Terlihat, kotak sepatu bergambar sang putra, Kaesang, dalam logo Yang Ayam. Sedangkan bagian dalam terdapat sepasang sepatu dengan corak batik di sisi samping.

Baca juga: Ini Sepatu Kolaborasi Kaesang, Ventela dan Nevertoolavish

Jokowi tampak membuka kotak dengan perlahan dan mengangkat salah satu sepatu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Nevertoolavish (@nevertoolavish) on Oct 25, 2020 at 9:03am PDT

Sebelumnya, kabar kolaborasi ini diunggah di akun Instagram ketiga pihak yang terlibat.

"Untuk memperingati Hari Batik Nasional, kami Ventela, Nevertoolavish, dan Yang Ayam dengan bangga memperkenalkan sebuah karya yang tercipta dari tangan terbaik putra-putri Bangsa Indonesia, inilah dia Ventela Sang Sekerta Lohita."

Begitu bunyi caption dari unggahan di akun @ventelashoes pada Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Terinspirasi Graffiti, Ini Hasil Kolaborasi Ventela X NeverTooLavish

Pemilihan nama Sang Sekerta dari sepatu kolaborasi ini diambil dari potongan nama Kaesang, dan serapan dari kata dalam bahasa Sansekerta yang kaya akan nilai tradisi dan budaya.

Adapun kata "Lohita" dalam bahasa Sansekerta berarti merah, yang menjadi warna dasar sepatu Ventela Sang Sekerta Lohita.

Sepatu ini hadir dalam potongan tinggi dan rendah, dengan bahan dasar kanvas dan suede.

Bagian atasnya diberikan warna hitam, termasuk tali sepatu, lubang tali, serta bagian ujung sepatu (toebox).

Di bagian samping, kita bisa melihat panel merah dengan garis melengkung putih berbentuk "V" di dalamnya.

Sentuhan motif batik juga disematkan. Seperti yang juga diakui dalam unggahan yang ada di akun Instagram Yang Ayam.

Baca juga: Intip Kolaborasi Wilio dengan NeverTooLavish

Ventela Sang Sekerta Lohita diberi sentuhan akhir berupa midsole putih dan outsole kecoklatan.

Pihak Nevertoolavish menyebutkan, proyek ini digagas oleh Yang Ayam, di mana Kaesang selaku founder ingin produk makanan lokalnya mempunyai nilai lebih.

Maka, dia menggandeng brand lokal lain dalam kolaborasi. "Yang Ayam memutuskan berkolaborasi dengan Ventela dan mengajak Nevertoolavish sehingga dapat diterima generasi muda."

"Dan, menginspirasi brand lokal yang ada di Indonesia untuk saling mendukung dan selalu berkarya."

Terkait proses desain sepatu, menurut Nevertoolavish, dikerjakan bersama-sama dengan memadukan ide dari ketiga brand.

"Kaesang turut andil memberi ide dan masukan, dan beberapa ide tersebut diterjemahkan Nevertoolavish menjadi satu kesatuan desain hingga tercipta sepatu kolaborasi ini."

Baca juga: Ventela Rilis Sepatu Berbahan Kulit?

"Kami sebagai sama-sama brand lokal ingin menghasilkan karya terbaik dan menjadi kebanggaan bangsa," begitu ungkap Nevertoolavish.

Ventela Sang Sekerta Lohita tersedia dalam ukuran 37-44, dan dirilis sejak 9 Oktober 2020 di semua reseller dan pengecer Ventella.

Banderol harga yang ditawarkan untuk sepatu ini yaitu Rp 479.800 (versi low) dan Rp 499.800 (versi high).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X