Kompas.com - 26/10/2020, 14:56 WIB

KOMPAS.com – Kanker paru merupakan penyebab utama kematian pada pria di Indonesia. Tapi di sisi lain, jumlah perokok terus meningkat setiap tahunnya.

Berdasarkan data yang ada, jumlah perokok di Indonesia mencapai 65 juta orang dan sebagian besar adalah laki-laki. Jumlah ini tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Padahal kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko kanker paru. Entah itu pada perokok aktif maupun perokok pasif.

Walau bukan hal yang mustahil, tapi menghilangkan kebiasaan merokok bukan hal mudah. Cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan adalah mengurangi dampak negatif rokok pada tubuh.

Baca juga: Rokok Melepas Racun Berbahaya Meski Telah Dimatikan

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

1. Mengonsumsi teh hijau

Teh hijau memiliki berbagai manfaat untuk tubuh terutama karena mengandung antioksidan yang sangat tinggi.

Penelitian 2018 menunjukkan bahwa antioksidan pada teh hijau dapat memperbaiki 50 persen kerusakan sel akibat asap rokok.

Antioksidan yang ada di teh hijau dikenal dengan nama polifenol. Salah satu polifenol yang bermanfaat adalah Epigallocatechin Gallate (EGCG).


Ekstrak teh hijau ini dapat menetralisir radikal bebas dari asap rokok jika diminum secara teratur.

Menurut studi dari Universitas KU Leuven, antioksidan pada EGCG memiliki kekuatan 100 kali lebih tinggi dibanding vitamin C dan 25 kali lebih tinggi dibanding vitamin E untuk melindungi tubuh.

EGCG dapat ditemukan di suplemen seperti vipro-G. Manfaatnya bukan hanya menangkal radikal bebas tapi juga menurunkan kolesterol serta menjaga kesehatan pembuluh darah, jantung, dan otak.

Baca juga: 8 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh agar Tak Mudah Sakit

.SHUTTERSTOCK .

2. Mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran

Perokok aktif maupun pasif memiliki risiko tinggi untuk terkena penyakit paru obstruktif kronik.

Untuk menghindarinya konsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah bisa menjadi solusi.

Penelitian dari Kaluza, et al. (2015) menemukan, konsumsi buah dan sayuran berbanding lurus dengan pengurangan risiko penyakit paru obstruktif kronik.

Setiap satu porsi buah dan sayuran yang dikonsumsi harian dapat mengurangi risiko penyakit paru kronik sebesar 8 perseb bagi perokok aktif dan 4 persen bagi perokok yang telah berhenti.

Baca juga: Tanda-tanda Kamu Tidak Cukup Makan Sayuran

3. Mengurangi dan membatasi jumlah rokok per hari

Tentu saja hal utama yang harus dilakukan untuk melindungi kesehatan tubuh dari kebiasaan merokok adalah mengurangi dan membatasi jumlah rokok per hari.

Penelitian yang dilakukan Asosiasi Medis Amerika menyatakan mengurangi jumlah rokok dari 20 ke 10 batang per hari akan mengurangi risiko kanker paru sebesar 27 persen.

Bahkan, risikonya bisa dikurangi hingga 90 persen jika perokok memutuskan untuk berhenti sebelum berumur 45 tahun.

Baca juga: Tak Merokok Tetap Berisiko Terkena Kanker Paru, Kok Bisa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.