Kompas.com - 27/10/2020, 06:01 WIB
. iStockphoto.

Erangan atau desahan juga bisa berarti hal lain, yakni rasa sakit.

Untuk itu, kita perlu memahami desahan pasangan, apakah sedang kesakitan atau menikmati apa yang terjadi.

“Pasangan seharusnya bisa memahami desahan karena keluhan rasa sakit atau desahan karena kenikmatan," kata Laurie Mintz, PhD, penulis Becoming Cliterate.

Jika ada sesuatu yang menyakitkan atau terasa tak nyaman, katakan kepada pasangan, dan minta si dia untuk melakukan hal yang sama jika ada yang kurang pas.

Bagaimana desahan membuat seks terasa lebih panas?

“Beberapa penelitian mengatakan semakin banyak pengalaman seksual yang kita alami, suara desahan mungkin semakin berkurang,” kata Mintz.

"Suaramu sendiri dapat meningkatkan gairah diri sendiri," sambung dia.

Seks terbaik adalah merasa bebas saat ingin mendesah atau bahkan mengerang, hingga berteriak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 5 Fakta Tentang Orgasme yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

"Ketika seorang wanita mengerang saat berhubungan seks, tenggorokannya terbuka, napasnya melambat, dan otot dasar panggulnya rileks,” kata Mintz.

Untuk wanita, lanjut Mintz, hal ini dapat menyebabkan orgasme yang luar biasa.

Haruskah mendesah?

Jika itu bukan kebiasaan kita, tidak mendesah bukanlah masalah besar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.