Kompas.com - 27/10/2020, 13:08 WIB
Transformasi berat badan Muhammad Irfan. Tangkap layar Gulf NewsTransformasi berat badan Muhammad Irfan.

KOMPAS.com - Suatu hari, Muhammad Irfan (37) ingin mengubah hidupnya.

Ia banyak bekerja di meja, menyukai makanan cepat saji dan menjalani pola hidup tidak sehat, yang membuat bobot pria asal Pakistan itu mencapai 135 kg.

Berat itu cukup membuatnya kehabisan napas ketika harus naik-turun tangga dan aktivitas hariannya terganggu.

Pertama-tama, ia berhenti makan nasi dan roti yang sebenarnya sangat ia sukai. Irfan menggantinya dengan memakan ayam atau ikan panggang dan buah-buahan.

Saat itu adalah Juni 2019. Ia menonton YouTube dan mendapatkan satu tips diet.

"Aku menonton video tentang lemon dengan madu dan air hangat yang bisa menurunkan berat badan. Lalu aku minum itu," ucapnya, seperti dilansir Gulf News.

Irfan tidak merinci tentang pola dietnya, namun ia berhenti makan malam dan hanya makan potongan timun dan selada jika lapar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cheat meal biasanya disimpannya sekali dalam dua minggu.

Jika ada teman sebelah kamarnya yang menawari makanan yang dia sukai, Irfan akan menolaknya dan hanya minum air putih.

Baca juga: Jangan Asal Diet, Kekurangan Karbohidrat Bisa Berbahaya

Lari jadi kunci
Kunci penurunan berat badan Irfan adalah lari. Tentu saja, ia tak langsung berhasil.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Gulf News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.