Kompas.com - 27/10/2020, 13:08 WIB

"Di awal aku sampai tidak bisa jalan. Ibu-ibu dan anak-anak dekat taman yang melihatku menertawakanku sambil menunjukku," kata dia.

Irfan paham, saat itu ia adalah pria gemuk yang mencoba lari.

Namun, ia hanya menutup mata dan terus labjut berlari.

Latihan larinya dimulai dengan 15 hari jalan santai, jogging, kemudian 15 hari kemudian mulai berlari.

Irfan sempat merasakan sakit sendi, namun ia terus melanjutkan rutinitas larinya.

Tiga bulan kemudian, ia mulai mendapatkan hasil. Kini tidak ada lagi yang menertawakannya.

Mereka bahkan menunjuk Irfan dengan kekaguman. Wajahnya juga sudah mulai berubah.

Setahun kemudian, Irfan bahkan sudah berlari sejauh 12 km.

Separuh dilakukannya di pagi hari dan separuh lagi di malam hari.

Kemudian dia melakukan jump rope sekitar 900 kali di pagi hari dan 900 kali di hari berikutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Gulf News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.