Kompas.com - 27/10/2020, 14:58 WIB
Novita Angie saat ditemui di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019). KOMPAS.com/IRA GITANovita Angie saat ditemui di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

KOMPAS.com – Beberapa waktu belakangan masyarakat mulai peduli dengan isu kesehatan mental. Termasuk para orangtua yang mulai memerhatikan kesehatan mental anak-anak mereka.

Hal yang sama juga dilakukan oleh aktris dan pembawa acara Novita Angie.

Ternyata, perempuan kelahiran Jakarta, 30 November 1975 ini memiliki tips tersendiri untuk menjaga kesehatan mental anak-anaknya.

Baca juga: Toxic Masculinity dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental Laki-laki

Terlebih, saat ini anak-anaknya sudah beranjak remaja. Angie merasa paham betul usia remaja sering kali dipenuhi kegalauan yang bisa memengaruhi kesehatan mental.

“Jadi aku memancing mereka untuk curhat, korek-korek. Bersyukur anak-anak terbuka,” ujar Angie dalam konferensi pers virtual #Realtalk, Selasa (27/10/2020).

Angie lalu mengingatkan, orangtua juga harus lebih peduli dengan anak. Sebab, apabila anak mengalami masalah yang mengganggu, hal itu pasti terlihat dari perubahan perilaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Misalnya, anak dari yang tadinya ceria menjadi pendiam. Lalu bisa juga anak menjadi tidak nafsu makan.

Baca juga: Periksa Kesehatan Mental, Pilih Psikolog atau Psikiater?

Jika demikian, Angie mengingatkan orangtua untuk tak perlu menunggu sampai kesehatan mental anak terbukti terganggu. Perubahan itu saja sudah menandakan anak memiliki masalah.

“Anak usia remaja itu ‘kan kategorinya bukan anak-anak lagi. Kalau mereka ada masalah, pasti perubahannya sama seperti orang dewasa, jadi orangtua harus aware,” kata Angie.

Bagi Angie, mengajak anak untuk mengobrol adalah hal yang penting. Oleh karena itu, ia dan suami memiliki kebiasaan untuk mengumpulkan kedua anaknya setiap malam sebelum tidur.

Waktu tersebut dimanfaatkan untuk mengajak anak mengobrol atau curhat.

Tak jarang Angie memancing anak-anaknya untuk mengungkapkan perasaan dan menceritakan kegiatannya.

Baca juga: Manfaat Merawat Tanaman bagi Kesehatan Mental

Namun diakui Angie, memancing anak untuk bercerita bukanlah hal mudah. Apalagi kedua anaknya memiliki karakteristik yang berbeda.

Anak pertamanya, Jeremy Cornelius tidak terlalu senang menceritakan masalah kepada banyak orang.

Remaja berusia 15 tahun itu lebih memilih bercerita ke satu orang lalu meminta orang tersebut menceritakan ulang.

Sedangkan anak bungsunya, Jemima Jasmine bisa bercerita kepada siapa saja.

Baca juga: Anak Juga Bisa Stres, Ini Tips Jaga Kesehatan Mental Pandemi

Nah, melihat perbedaan ini, Angie berusaha memahami hal tersebut, dan tetap berupaya mencari tahu kondisi anak-anaknya lewat obrolan.

“Secara tidak langsung itu membuat kita sebagai orangtua tahu anak punya masalah atau tidak yang berujung pada kesehatan mentalnya,” tambah Angie.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.