Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Pilih Jenis Perhiasan Berdasarkan "Tone" Kulit

Kompas.com - 27/10/2020, 18:56 WIB
Maria Adeline Tiara Putri,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber asiaone

KOMPAS.com – Banyak orang gemar memakai perhiasan untuk melengkapi penampilan mereka.

Di sisi lain, perhiasan juga kerap menjadi simbol prestise dan status sosial bagi beberapa orang.

Nah, jika dilihat dari materialnya, tentu ada berbagai macam jenis perhiasan.

Biasanya saat memilih perhiasan, yang menjadi pertimbangan adalah material, kualitas, tingkat kemurnian, dan -yang penting, selera masing-masing orang.

Baca juga: Perhiasan Emas Berhias Batu Swarovski dengan Desain Minimalis, Mau?

Namun demikian, ada satu hal yang bisa menjadi pertimbangan baik sebelum menentukan pilihan, yakni kecocokan perhiasan dengan tone kulit.

Pertama-tama, untuk menentukan tone kulit, lihatlah warna pembuluh darah di pergelangan tangan.

Jika yang muncul adalah warna hijau, maka tone kulit yang kita miliki adalah hangat.

Kemudian, bila yang muncul adalah warna biru, maka tone kulit kita adalah dingin.

Lalu, bila tidak bisa membedakan kedua warnanya, besar kemungkinan tone kulit yang kita miliki adalah netral.

Baca juga: Terlalu Banyak Makan Wortel Bikin Warna Kulit Berubah, Percaya?

Selanjutnya, perhatikan cara memilih perhiasan berdasarkan jenis material terhadap tone kulit tadi. 

1. Emas kuning

Perhiasan emas kuning terbuat dari paduan emas murni, perak, dan tembaga atau seng yang menghasilkan corak kekuningan. Biasanya disebut dengan istilah perhiasan emas.

Semakin tinggi jumlah karat, maka warna perhiasan akan semakin kuning karena berarti emasnya lebih banyak. Harganya pun akan semakin mahal.

Perhiasan emas sangat cocok untuk mereka yang memiliki tone kulit hangat.

2. Emas putih

Selanjutnya, ada perhiasan emas putih yang terbuat dari paduan emas murni dan logam putih. Entah itu nikel, perak, atau paladium.

Paduan ini membuat perhiasan memiliki warna abu-abu terang dengan sentuhan kuning sehingga terlihat putih.

Halaman:
Sumber asiaone
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com