Kompas.com - 28/10/2020, 15:59 WIB
ilustrasi TikTok reuters.comilustrasi TikTok

KOMPAS.com - Kelompok usia muda ternyata memiliki tingkat kepatuhan yang rendah terhadap protokol kesehatan Covid-19, dibandingkan kelompok usia yang lain.

Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok usia di bawah 20 tahun mendapat nilai ketaatan 7,3 dari 13 perilaku yang merupakan imbauan selama pandemi.

Lalu, kelompok usia 31-35 tahun mendapat nilai 7,7, sedangkan, bagi kelompok usia 41-45 mendapat nilai 7,9.

Baca juga: Agar Efektif Cegah Penularan Virus, Jangan Asal Pilih Masker

Sementara itu, responden dengan kelompok usia di atas 50 tahun mendapat nilai 8, dan tertinggi kelompok usia di atas 70 tahun dengan nilai 8,2.

Tidak patuh

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M Faqih saat virtual pers conference bersama Good Doctor melalui aplikasi Zoom, Rabu (28/1 /2020).

Menurut dr. Daeng, ketidakpatuhan anak-anak muda terhadap protokol kesehatan ini disebabkan oleh rasa tidak percaya mereka pada Covid-19.

"Sekitar 17 persen warga Indonesia tidak percaya adanya covid-19 sehingga mereka pun melanggar protokol kesehatan. Mereka itu adalah anak muda," kata dia.

Baca juga: Diungkap, Pola Penularan Covid-19 di dalam Kabin Pesawat

Maka, dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, PB IDI bersama dengan Good Doctor mengajak anak muda untuk ikut mengampanyekan hidup sehat, demi memutus mata rantai penyebaran virus SARS-COV-2.

"Kami menyasar target 10 juta anak muda yang populasinya sebanyak 40 persen dari jumlah penduduk secara keseluruhan," kata dia.

"Harapannya, dari 10 juta anak-anak muda itu, mereka bisa meneruskan kampanye yang kita gaungkan ke sesama anak muda maupun kelompok usia lain," lanjut dia.

Kampanye ini nantinya akan mengedukasi anak-anak muda untuk menerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari memakai masker, mencuci tangan selama 60 detik, dan menjaga jarak minimal satu meter dengan memanfaatkan aplikasi TikTok.

Managing Director Good Doctor Technology Indonesia, Danu Wicaksana berencana menggandeng konten kreator muda di TikTok untuk menjangkau penggunanya yang rata-rata adalah anak muda.

Baca juga: Dilema Kangen ke Salon tapi Cemas Penularan Covid-19

"Saat ini kan TikTok menjadi aplikasi yang sangat viral di kalangan anak muda."

"Jadi dengan memanfaatkan aplikasi ini kita bisa menyebarluaskan informasi, serta kesadaran hidup sehat bagi anak-anak muda dalam mencegah Covid-19," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.