Kompas.com - 29/10/2020, 05:05 WIB
Ilustrasi anak memiliki ponsel sendiri SHUTTERSTOCKIlustrasi anak memiliki ponsel sendiri

KOMPAS.com - Seperti kita tahu, waktu anak untuk memandang layar, entah itu ponsel, komputer, maupun televisi, harus dibatasi demi menjaga kesehatan mata mereka.

Dokter spesialis mata anak Kianti Raisa, Sp.M (K), mengungkapkan bahwa menurut American Academy of Pediatrics, screen time pada anak-anak sebaiknya diatur sesuai dengan umurnya.

Berikut adalah klasifikasi umur anak dan anjuran screen time:

1. Anak 0-1 tahun

Untuk anak-anak di bawah 1 tahun tidak direkomendasikan sama sekali untuk diberikan screen time, baik menonton TV, main komputer, atau ponsel.

Mereka harus mempunyai aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dengan kualitas tidur yang cukup antara 14-17 jam.

Baca juga: Berhentilah Menatap Layar Gawai Tiap 20 Menit

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Anak 2-3 tahun

Screen time yang direkomendasikan adalah kurang dari 60 menit.

“Apabila bisa kurang dari 60 menit akan lebih baik lagi,” kata Kianti dalam Webinar Menjaga Kebugaran Anak Selama Masa Belajar di Rumah, Rabu (28/10/2020).

Screen time juga harus diimbangi dengan aktivitas fisik selama 180 menit setiap hari, dan tidur selama 11-14 jam.

3. Anak usia 3-6 tahun

Untuk anak di usia ini, screen time yang dianjurkan kurang dari 60 menit dengan konten yang edukatif, diimbangi dengan aktivitas fisik yang baik dan kualitas tidur yang baik juga antara 10-13 jam

Baca juga: Waspadai, Ancaman Penyakit di Balik Kebiasaan Menatap Layar Monitor

4. Anak 6-12 tahun

Untuk anak di usia ini, direkomendasikan untuk membatasi screen time selama 2 jam.

Namun saat pandemi, pembatasan waktu untuk memandang layar gawai ini tentu sulit dilakukan.

Terkait hal ini Kianti memberi tipsnya untuk orangtua. Yang pertama, untuk anak yang harus sekolah daring, usahakan memilih layar yang lebih besar untuk anak.

“Sehinggga bisa mengatur jarak yang lebih baik jadi mata mereka tidak tetap lelah,” ujar Kianti.

Selain itu, perhatikan juga postur tubuh anak saat memandang layar dan pencahayaan ruangan yang baik.

Kianti juga memberikan tips lain, yakni, menerapkan 20 20 20.

“Setiap 20 menit, usahakan istirahat 20 detik untuk melihat jauh dengan jarak 20 feet atau 6 meter,” kata Kianti.

Baca juga: Atasi Gangguan Mata karena Terlalu Banyak Kerja di Depan Layar

Mata kering

Hindarkan juga paparan pendingin ruangan dan kipas angin secara langsung saat anak harus belajar daring.

“Karena akan menyebabkan dry eyes,” ujar Kianti.

Dry eyes atau mata kering tentu bisa memengaruhi kenyamanan anak saat belajar sambil menatap layar.

Gejalanya, anak akan mengedip-kedipkan secara yang tidak normal, mengucek mata, dan mengeluhkan sakit kepala.

“Tetapi anak-anak kebanyakan tidak bisa mengeluhkan karena mereka beradaptasi dengan apa yang mereka lakukan,” katanya.

Untuk itu, orangtua atau anggota keluarga lain diminta peka terhadap gejala ini, sehingga mata kering akan cepat teratasi.

Baca juga: Sadari, Sederet Dampak Buruk Menatap Layar Terlalu Lama

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.