Kompas.com - 29/10/2020, 07:59 WIB
ilustrasi makan Shutterstock/simona pilolla 2ilustrasi makan

Namun, makan berlebih kronis dapat menyebabkan obesitas.

Pada akhirnya, kondisi ini secara konsisten terbukti dapat meningkatkan risiko penyakit.

Obesitas didefinisikan dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih dan merupakan salah satu faktor risiko utama untuk sindrom metabolik.

Kondisi ini meningkatkan peluang seseorang terkena penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes dan stroke.

Indikator sindrom metabolik termasuk kadar lemak yang tinggi dalam darah, tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan peradangan.

Resistensi insulin sendiri erat kaitannya dengan makan berlebihan kronis.

Kondisi ini akan berkembang ketika kelebihan gula dalam darah mengurangi kemampuan hormon insulin untuk menyimpan gula darah di sel tubuh kita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika dibiarkan tidak terkontrol, resistensi insulin dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

Kita dapat mengurangi risiko kondisi ini dengan menghindari makanan olahan berkalori tinggi, makan banyak sayuran kaya serat, dan mengatur ukuran porsi karbohidrat secara moderat.

4. Mengganggu fungsi otak
Beberapa penelitian mengaitkan perilaku makan berlebih dan obesitas yang berkepanjangan dengan penurunan mental.

Halaman:


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.