Kompas.com - 29/10/2020, 07:59 WIB
ilustrasi makan Shutterstock/simona pilolla 2ilustrasi makan

Bahan penghasil gas yang cenderung dimakan secara berlebih adalah makanan pedas dan berlemak, serta minuman berkarbonasi seperti soda.

Kacang-kacangan, sayuran tertentu, dan biji-bijian juga dapat menghasilkan gas, meskipun biasanya tidak dimakan secara berlebih.

Selain itu, makan terlalu terburu-buru juga dapat memicu gas dan kembung karena makanan dalam jumlah besar dengan cepat masuk ke dalam perut.

Kondisi ini dapat dihindari dengan makan perlahan, menunggu makan selesai untuk minum cairan dan mengurangi ukuran porsi makanan yang mengandung gas.

7. Membuat ngantuk
Kondisi ini mungkin disebabkan oleh fenomena yang disebut hipoglikemia reaktif, di mana gula darah turun segera setelah makan besar.

Gula darah rendah umumnya berkaitan dengan gejala seperti mengantuk, lesu, detak jantung cepat, dan sakit kepala.

Meski tidak sepenuhnya dipahami, penyebabnya diduga terkait dengan produksi insulin berlebih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun paling umum pada penderita diabetes yang mengelola terlalu banyak insulin, hipoglikemia reaktif juga dapat terjadi pada beberapa individu sebagai akibat dari makan berlebih.

 

Halaman:


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.