Sepeda Listrik Polygon Dirilis Hari Ini, Apa Istimewanya?

Kompas.com - 30/10/2020, 16:57 WIB
Gili Velo, e-bike dari Polygon KOMPAS.com/WisnubrataGili Velo, e-bike dari Polygon
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Ketika produsen lain menanggapi maraknya tren bersepeda dengan meluncurkan berbagai jenis sepeda lipat, pabrikan asal tanah air, Polygon justru memperkenalkan electric bike atau sepeda listrik bernama Gili Velo.

Alasan merilis sepeda jenis ini bukan tanpa sebab. Kita tentu masih ingat beberapa pesepeda yang memaksakan diri mengikuti rombongannya tapi akhirnya mengalami nasib tragis. Artinya tidak semua orang memiliki kekuatan yang sama saat bersepeda.

Karenanya, jika ingin bersepeda bersama-sama, orang yang belum terbiasa atau tidak terlalu kuat, dianjurkan untuk menahan diri sesuai kemampuan tubuhnya. Atau pilihan lainnya adalah menggunakan sepeda yang bisa membantunya mengimbangi laju rekan-rekannya.

Nah, E-Bike terbaru dari Polygon rasanya bisa menjawab kebutuhan tersebut.

Walau sebutannya sepeda listrik, untuk menjalankannya kita tetap harus mengayuhnya. Sepeda ini bisa difungsikan seperti sepeda biasa, namun kita juga bisa menambah tenaga kayuhannya dengan energi dari listrik.

Di bagian setang (handle bar) kiri ada alat power assist yang terhubung ke baterai dan penggerak di roda belakang. Dalam posisi off, kita akan merasakan Gili Velo seperti sepeda biasa saat dikayuh.

Namun bila kita menyalakan alat ini, maka baterai akan memberi energi tambahan pada tiap kayuhan yang kita lakukan. Hasilnya sepeda akan melaju lebih cepat dan kayuhan terasa ringan.

Pada Gili Velo terdapat 5 variasi power assist. Berdasarkan pengalaman Kompas.com saat mencoba sepeda ini, setiap level power assit akan memberikan tenaga tambahan berbeda.

  • Level 1 : Pada level ini, tambahan tenaga pada kayuhan akan mulai terasa. Level ini cocok digunakan pada saat bersepeda santai atau saat ingin melakukan penghematan terhadap konsumsi baterai.
  • Level 2 : Berpindah ke level 2, pasokan tenaga listrik sedikit bertambah, dan dorongan pada kayuhan akan lebih terasa. Namun konsumsi arus baterai masih tergolong sedikit.
  • Level 3 : Pada level ini kamu akan merasa kayuhan semakin ringan karena tambahan tenaga terbilang pada level medium. Level ini cocok digunakan untuk bersepeda komuter di dalam perkotaan. Pengendara akan merasakan tambahan daya dorong cukup besar setiap kali mengayuh pedal.
  • Level 4 : Di level ini, pengendara akan merasakan dorongan tenaga lebih besar di tiap kayuhan, dan harus mulai menyadari bahwa sepeda ini bisa melaju dengan kencang bila kita mengayuh dengan cepat. Konsumsi arus baterai di level ini juga semakin besar.
  • Level 5 : Ini adalah tigkatan dengan tambahan tenaga paling besar dan torsi terasa paling kuat. Kamu bahkan akan terkejut dengan betapa mudahnya sepeda ini melibas tanjakan. Nyaris seperti tanpa usaha. Di jalan yang datar, pada level ini sepeda bisa dipacu dengan sangat cepat dan akan membuat heran pengendara sepeda lain yang terlewati. Namun pada level ini, konsumsi arus baterai paling besar.

Saat menggunakan tenaga power assist yang besar, pengendara harus menyadari bahwa setiap kayuhan akan membawanya melesat, sehingga sebaiknya penambahan tenaga dilakukan secara bertahap.

Meski begitu, Gili Velo dirancang agar memiliki kendali yang stabil dengan performa pengereman yang akurat sehingga mudah dikendarai.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X