Kompas.com - 31/10/2020, 10:30 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Merawat kesehatan gigi dan rongga mulut sama pentingnya dengan merawat kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sensitivitas adalah salah satu tanda pertama yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres di gigi atau rongga mulutmu, dan itu dimulai dari permukaan.

"Sensitivitas adalah sensasi baru pada atau di sekitar gigi, tetapi secara khusus ini dapat disebabkan dan dirasakan dalam beberapa cara berbeda."

Demikian diungkapkan oleh dokter gigi kosmetik dari Envy Smile Dental Spa, Marianna Weiner, DDS, seperti dilansir POPSUGAR.

Menurut Dr. Weiner, penyebab utama gigi sensitif adalah ketika enamel gigi aus atau rusak hingga ke titik di mana dentin (bagian gigi yang mengelilingi pulpa, atau saraf di gigi kita) terbuka.

Menyikat terlalu agresif, menggemeretakkan gigi di malam hari, mematahkan atau mencabut gigi, mengunyah es, mengonsumsi makanan dan minuman manis, serta merokok atau mengunyah tembakau adalah cara umum yang dapat memancing sensitivitas gigi.

Tetapi, tidak semua penyebab gigi sensitif umum diketahui.

Ada beberapa agitator mengejutkan yang juga perlu diwaspadai. Tindik lidah adalah salah satunya.

"Pertemuan gigi dan logam yang konsisten dapat merusak email seseorang," kata dia.

Selain itu, menggigiti kuku juga bisa memicu masalah gigi sensitif.

Tidak hanya tidak higienis, tetapi kebiasaan tersebut juga dapat menyebabkan enamel terkelupas, terutama jika kamu memiliki kuku yang lebih keras.

Jika gigimu tidak mampu menahan sentuhan makanan dan minuman manis, ini adalah tanda umum gigi sensitif, yang dapat mengindikasikan kamu mungkin perlu tambalan.

Selain itu, rasa sakit singkat yang tajam ketika mengonsumsi makanan dan minuman panas dan dingin juga merupakan tanda kamu harus menghubungi dokter gigi.

Baca juga: 4 Masalah Kesehatan Gigi yang Tak Boleh Diabaikan di Tengah Pandemi

Mencegah gigi sensitif
Lebih baik jika kamu bisa menghindari titik-titik sensitif sebagai tindakan pencegahan, dan memastikan menghindari kebiasaan buruk yang disebutkan di atas untuk mencegah sensitivitas tersebut.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengurangi gigi sensitif, antara lain:

  • Menggunakan pasta gigi yang tidak sensitif dengan bahan aktif kalium nitrat, senyawa yang menghalangi sinyal rasa sakit dari gigi ke otak.
  • Menggunakan teh hijau tanpa pemanis sebagai obat kumur.
  • Berkumur dengan air garam hangat beberapa kali seminggu juga dapat membantu meningkatkan tingkat pH mulut untuk mencegah penumpukan bakteri di gigi dan gusi.

Sensitivitas gigi akan semakin buruk jika semakin lama dibiarkan tidak diobati.

Selain itu, karena email kita tidak tumbuh kembali, kita harus melindunginya semampu yang kita bisa.

Diskusikanlah dengan dokter untuk mengetahui apakah perlu ada gigi yang ditambal untuk menjaga saraf gigi aman dari bakteri dan mengurangi ketidaknyamanan.

"Ketika tidak diobati, bakteri akan terus menggerogoti enamel gigimu, dan kamu bisa membutuhkan perawatan saluran akar untuk menyelamatkan gigi," ungkapnya.

Baca juga: Bagaimana Proses Terjadinya Gigi Berlubang

 



Sumber Popsugar
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X