Kompas.com - 31/10/2020, 12:06 WIB

"Mereka tetap bisa berkarya di mana pun berada,” ungkap Ai.

Kampung Nusantara

Dengan segala pencapaian itu, keberadaan sekolah multikultural dan para siswanya kian memberi warna tersendiri bagi Pangandaran.

Mereka berbaur dan hidup berdampingan, hingga menginspirasi Ai dan warga untuk mendirikan Kampung Nusantara.

Di kampung tersebut, warga menjadikan rumahnya untuk layanan homestay. Siapa pun yang bertamu ke sekolah bisa menginap di sana dengan biaya seikhlasnya.

Uniknya, homestay itu dihias sedemikian rupa. Ada mural yang menggambarkan Bhinneka Tunggal Ika, hingga beberapa gazebo yang dibuat seperti miniatur rumah adat suku-suku di Indonesia.

Pendapatan dari layanan homestay ini menjadi hak pemilik rumah dan dibagi ke dalam kas RT.

Hasilnya, warga setempat pun menjadi kian terbuka terhadap etnis lain.

“Dulu, ada beberapa warga yang berpandangan negatif terhadap etnis tertentu. Setelah kenal, mereka malah menyukainya."

"Ini juga pembelajaran kelas multikultural, mengenal budaya lain langsung dari orangnya,” kata Ai.

Belum lama ini, Bupati Pangandaran menjadikan Kampung Nusantara sebagai salah satu ikon Pangandaran untuk wisata interaksi budaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.