Kompas.com - 02/11/2020, 08:41 WIB
Warga bermain sepak bola di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta, Minggu (13/9/2020). Jelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang rencananya dilaksanakan pada Senin (14/9/2020) masih banyak masyarakat yang melakukan olahraga dan beraktivitas di luar rumah. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAWarga bermain sepak bola di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta, Minggu (13/9/2020). Jelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang rencananya dilaksanakan pada Senin (14/9/2020) masih banyak masyarakat yang melakukan olahraga dan beraktivitas di luar rumah.

KOMPAS.com - Masa pandemi Covid-19 mengubah sebagian besar rutinitas kehidupan kita, termasuk dalam melakukan aktivitas fisik. Adanya pembatasan sosial dan aturan-aturan yang mengharuskan tetap di rumah menyebabkan banyak orang mulai kehilangan motivasi untuk berolahraga.

Padahal, di masa pandemi ini kita justru memiliki lebih banyak waktu yang dapat dimanfaatkan untuk berolahraga.

Di samping itu, berolahraga juga dapat membuat daya tahan tubuh meningkat dan meminimalisir terjadinya penularan virus.

Untuk menghentikan penurunan motivasi, diperlukan pendekatan yang membuat olahraga menjadi mudah dalam jangka pendek sambil mengembangkan motivasi jangka panjang yang kuat.

Nah, berbicara soal motivasi jangka panjang, banyak psikolog percaya identitas kita adalah salah satu sistem motivasi yang paling tangguh.

Identitas sering kali merupakan istilah yang sulit untuk dijelaskan, tetapi sederhananya, tujuan "menjadi" lebih memotivasi daripada "melakukan".

Jadi, alih-alih "melakukan" olahraga, fokuslah pada "menjadi" seseorang yang berolahraga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Malas Olahraga tapi Ingin Sehat? Yuk, Coba Cara Ini

Orang-orang yang telah berolahraga selama bertahun-tahun dan menganggap diri mereka sebagai olahragawan merasa sangat mudah termotivasi untuk berolahraga.

Kita yang tidak menganggap diri sebagai olahragawan, tetapi ingin berolahraga, membutuhkan banyak usaha mental dan kemauan keras untuk itu.

Sembari mengembangkan motivasi jangka panjang, ada 4 cara singkat mengembalikan motivasi berolahraga di masa pandemi, yang dilansir dari Inverse sebagai berikut.

1. Rencanakan olahraga yang mudah

Bagi banyak orang, ini berarti melakukan olahraga yang sederhana dan cepat. Sebab, gambaran olahraga yang berat justru membuat kita malas melakukannya.

2. Buat diri kita siap berolahraga

Keluarkan pakaian olahraga dari laci, siapkan di malam sebelumnya dan memastikan olahraga tidak membutuhkan perjalanan ke tempat tertentu. Melakukan sebanyak mungkin hal sebelumnya, agar olahraga dapat menjadi lebih mudah.

Baca juga: Cara Mudah Menentukan Pola Latihan Beban Bagi Pemula

3. Menyadari olahraga butuh energi

Berolahraga membutuhkan energi yang besar. Sehingga, kita perlu mengurangi beberapa usaha yang mengeluarkan energi misalnya, berganti pakaian olahraga atau melangkah keluar dari pintu.

4. Lakukan apa yang disukai.

Jika kita ingin lompat tali, menari, mengangkat beban atau jogging, lakukanlah. Lebih baik melakukan apa yang kita sukai karena ini membutuhkan lebih sedikit upaya mental daripada memaksa diri untuk melakukan sesuatu yang tidak membangkitkan motivasi.



Sumber Inverse
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.