Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/11/2020, 08:45 WIB

KOMPAS.com - Olahraga atau aktivitas fisik rutin bisa membantu menurunkan risiko stroke.

Aktivitas fisik apa pun ternyata bisa sangat berpengaruh.

Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik, dr Fanny Aliwarga, Sp KFR menyebutkan, dalam satu minggu, setiap orang disarankan untuk berolahraga total 150 menit.

Namun, bagi seseorang yang tidak pernah atau jarang berolahraga, mulailah dengan durasi minimal yang bisa dilakukan dan meningkat secara perlahan.

"Panduan memang 150 menit, tapi kalau cuma bisa 15 menit enggak apa-apa. Mulai dengan perlahan, tahu kemampuan dan batasan kita."

Demikian diungkapkan oleh Fanny dalam webinar bersama Eka Hospital BSD, Sabtu (31/10/2020).

Salah satu saran yang diberikan Fanny adalah memvariasikan jenis olahraga kita pada setiap sesinya.

Variasi olahraga disebut dapat membantu mencegah cedera.

Penyebabnya, ketika melakukan satu jenis olahraga yang sama setiap harinya, sendi yang terbebani akan sama setiap harinya.

Berbeda dengan jika kita melakukan berbagai macam aktivitas setiap harinya.

"Kalau kita beraktivitas tapi bervariasi, itu mencegah cedera. Lebih baik ketimbang hanya lari saja dalam seminggu," ujarnya.

Misalnya, kita bisa memulai dengan berjalan kaki, lalu melakukan aktivitas lain di sesi berikutnya, seperti bersepeda statis atau bersepeda di luar ruangan.

Tingkatkan durasi secara perlahan pada setiap sesinya.

Jika belum mampu melakukan satu sesi dengan durasi panjang sekaligus, tidak masalah jika ingin membaginya ke dalam beberapa sesi olahraga dalam sehari.

"Misalnya pagi lima menit, lakukan tiga kali sehari. Memecah (sesi olahraga) akan lebih mudah untuk memulai daripada punya target tinggi, tapi jadi keteteran memulai target tersebut," kata Fanny.

Jangan lupa pula untuk selalu memperhatikan kemampuan dan mengamati kondisi tubuh.

Ketika berolahraga, perhatikan apakah kamu mengalami sesak, pusing, atau sakit dada ketika bergerak.

Jika ya, mungkin saatnya kamu beristirahat.

Tak masalah untuk fleksibel dengan kemampuan sendiri. Bagi penderita stroke yang duduk di kursi roda, misalnya, carilah aktivitas fisik yang dapat disesuaikan dengan kondisi tersebut.

"Banyak aktivitas yang bisa kita cari, aktivitas yang bisa kita lakukan sambil duduk," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.