Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketahuilah, Dampak Buruk Kebiasaan Menggigit Kuku bagi Kesehatan

Kompas.com - 03/11/2020, 14:59 WIB
Nabilla Tashandra

Editor

Sumber allure

Rieder menjelaskan, perubahan warna tersebut disebabkan oleh respons biologis yang dipicu oleh aktivitas ketika menggigit kuku.

"Kadang-kadang melanosit, sel pembuat pigmen, dalam matriks kuku tempat kuku terbentuk terstimulasi dan mulai membuat lebih banyak pigmen," kata Rieder.

Kuku dapat mengembangkan garis-garis dan bercak coklat, atau kelainan arsitektur, seperti punggung bukit, bintik-bintik darah, dan skala atau kerak.

Menurut Dokter kulit, Charlotte Birnbaum, karena kutikula adalah garis pertahanan pertama kuku kita, kerusakan pada kutikula dapat menyebabkan infeksi di sekitar kuku.

"Pada orang-orang yang gemar menggigit kuku, kita dapat melihat risiko infeksi bakteri, infeksi virus herpes, dan penyebaran kutil yang lebih mudah di sekitar kuku," katanya.

Itulah sebabnya, menggigit kuku bisa menyebabkan kerusakan kuku permanen bahkan kehilangan kuku. Duh!

Baca juga: Waspada, Kandungan Beracun dalam Cat Kuku

Menghentikan kebiasaan
Menurut Berry, belajar mengalahkan kebiasaan menggigit kuku adalah kuncinya.

Menurut dia, terapi perilaku kognitif (CBT) adalah "standar emas" dalam menangani perilaku berulang seperti menggigit kuku.

Terapi memang membutuhkan bantuan ahli kesehatan mental, tetapi Berry menyebutkan ada beberapa poin penting yang dapat kamu lakukan sendiri di rumah.

Awalnya, terapis dan klien akan bekerja bersama untuk melakukan penilaian menyeluruh atas perilaku bermasalah tersebut, termasuk pikiran, perasaan, dan perilaku sebelum menggigit, selama menggigit, dan setelah menggigit.

"Selanjutnya, terapis membimbing klien untuk menetapkan pengganti sensorik yang dapat digunakan individu memenuhi kebutuhan mereka dengan cara yang berbeda," kata Berry.

Dengan kata lain, jika kamu dapat mengidentifikasi mengapa kamu begitu menikmati kebiasaan menggigit kuku, kamu dapat mengetahui kapan kamu membutuhkan rangsangan untuk mengalihkan perhatian dari melakukannya.

"Misalnya, kamu bisa mengambil amplas untuk merangsang ujung jari dengan sikat kuku atau sikat bayi sebagai pengganti sensorik," tambah dia.

Jika kamu tahu bahwa kamu sering menggigit kuku saat stres tentang pekerjaan, misalnya, simpanlah sesuatu di meja kerja yang dapat mengalihkan perhatianmu dari menggigit kuku ketika stres menyerang.

Misalnya, menaruh bola stres yang licin.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com