Kompas.com - 05/11/2020, 06:06 WIB
Ilustrasi sakit kepala shutterstockIlustrasi sakit kepala

2. Stroke

Data menunjukkan satu dari lima perempuan mengalami stroke di hidupnya. Jumlah ini lebih tinggi daripada angka kasus pada pria yaitu satu banding enam.

Ada beberapa hal yang menbuat faktor risiko stroke lebih tinggi pada perempuan. Pertama, penggunaan jenis terapi hormon tertentu dan pil kontrasepsi.

Keduanya meningkatkan risiko penggumpalan darah yang bisa menyebabkan stroke iskemik.

Selain itu, perempuan juga lebih berisiko mengalami pecahnya pembuluh darah di otak yang menyebabkan stroke hemoragik.

Untuk mencegahnya, lakukan lebih banyak olahraga. Hal ini bisa membuat risiko stroke turun lebih dari sepertiga setelah berusia 45 tahun.

Salah satu alasannya karena berolahraga lebih dari empat jam seminggu membuat kemungkinan hipertensi 20 persen lebih rendah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti yang diketahui, hipertensi adalah penyebab utama stroke.

Baca juga: Ubah Gaya Hidup untuk Kurangi Risiko Stroke

3. Rheumatoid arthritis

Penyakit autoimun ini terjadi tiga kali lebih banyak pada perempuan dibanding laki-laki.

Halaman:


Sumber Her World
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.