Pajak Makanan dan Minuman Bergula Sebagai Pencegahan Gigi Berlubang

Kompas.com - 05/11/2020, 15:51 WIB
Ilustrasi makanan manis PressmasterIlustrasi makanan manis

Gigi berlubang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar pada saat ini dan memengaruhi kira-kira 3,9 milyar orang di seluruh dunia. Salah satu penyebab gigi berlubang adalah banyaknya konsumsi karbohidrat yang dapat difermentasi, yaitu gula dalam bentuk glukosa, fruktosa dan maltosa.

Dalam melakukan pencegahan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gula (termasuk gigi berlubang), organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan bahwa asupan gula tidak boleh lebih dari 10 persen dari jumlah total asupan energi, namun paling ideal asupan gula tidak boleh lebih dari 5 persen dari total asupan energi1.

Penerapan pajak untuk makanan dan minuman yang mengandung gula di seluruh dunia 

Konsep penerapan pajak untuk makanan dan minuman yang mengandung gula, merupakan salah satu pendekatan masyarakat untuk mengurangi risiko penyakit kronis, termasuk obesitas dan gigi berlubang.

Diharapkan konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula akan berkurang akibat tingginya harga oleh penambahan pajak.

Baca juga: Menurut Riset, Pajak Minuman Manis Baik untuk Kesehatan Orang Indonesia

Pajak semacam itu pertama kali diterapkan di California, Amerika Serikat dan setelah 1 tahun dilaporkan penjualan makanan dan minuman yang mengandung gula menurun.

Negara-negara yang telah menerapkan pajak pada makanan dan minuman yang mengandung gula, antara lain Inggris, Irlandia, Jerman, Perancis, Spanyol, Portugal, dan Australia.

Beberapa tahun belakangan, Filipina, India, Afrika Selatan dan Thailand juga berinisiatif untuk mengimplemetasikan kebijakan pajak untuk makanan dan minuman yang mengandung gula di negaranya.

Analisis hubungan pajak makanan dan minuman yang mengandung gula terhadap kesehatan menghasilkan pengaruh terhadap penurunan berat badan.

Di Afrika Selatan, pajak sebesar 10 persen pada makanan dan minuman yang mengandung gula menghasilkan penurunan jumlah kematian akibat diabetes melitus tipe-2 dan pengurangan jumlah pengeluaran terkait perawatan kesehatan yang menyebabkan bencana.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X