Kompas.com - 05/11/2020, 18:46 WIB
Instalasi seni berbentuk toko yang barang-barangnya terbuat dari plastik. New York TimesInstalasi seni berbentuk toko yang barang-barangnya terbuat dari plastik.

KOMPAS.com - Sampah plastik sudah menjadi persoalan yang mendunia.  Plastik dikenal sebagai material yang sulit untuk terurai ke dalam tanah karena rantai karbonnya yang panjang.

Maka, penggunaannya pun kini diminimalisir untuk mengurangi sampah-sampah plastik yang menumpuk. Bahkan, sejumlah negara akan melarang penggunaan plastik sekali pakai dalam bentuk apa pun di tahun 2021 mendatang.

Di samping menerapkan kebijakan larangan penggunaan plastik, sebenarnya ada cara lain untuk mengurangi sampah plastik dan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.

Sayuran segar yang terbuat dari plastik.NYTimes Sayuran segar yang terbuat dari plastik.
Salah satunya dengan memanfaatkan sampah plastik dalam proses pembuatan karya seni seperti yang dilakukan oleh seniman asal New York bernama Robin Frohardt.

Dia mengubah sampah plastik menjadi seni instalasi bertajuk "The Plastic Bag Store" di Times Square.

Baca juga: Inovasi Baru, Aspal Berbahan Sampah Plastik Dicoba di Jalan UI Depok

Instalasi tersebut dibuat benar-benar mirip dengan toko atau supermarket. Hanya saja, semua barang adalah replika menggunakan plastik sekali pakai yang sangat mirip dengan aslinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, dalam rangkaian instalasi ini terdapat pertunjukan drama boneka yang hanya boleh ditonton para pengunjung maksimal 12 orang dengan memakai masker dan menjaga jarak.

Pengunjung yang datang juga dipersilakan untuk menyentuh replika berupa buah-buahan, sayuran berwarna cerah, roti, dan barang-barang lainnya.

Selama empat tahun, Frohardt mengembangkan instalasi ini sebagai karya aktivisme yang tegas, sekaligus menyedihkan karena krisis sampah plastik, khususnya di kota New York.

"Ada puluhan ribu barang plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan yang saya kumpulkan beberapa tahun dari berbagai tempat sampah di sekitar kota New York," katanya.

Baca juga: Tahun 2040, 1,3 Miliar Ton Sampah Plastik Akan Tenggelamkan Bumi

Diketahui, kota New York menggunakan lebih dari 20 milyar kantong plastik per tahun. Sekitar 85 persen dari kantong plastik itu berakhir di tempat pembuangan sampah kota atau di laut.

"Kota ini sangat besar dan menghasilkan banyak limbah. Jadi apabila kita bisa membantu untuk menguranginya tentu baik," ujar seorang warga di New York, Michael Broderick.

Pemerintah kota New York dijadwalkan mulai memberlakukan larangan penggunaan kantong plastik pada bulan Maret 2020. Namun akibat pandemi Covid-19, kebijakan tersebut mundur hingga Oktober tahun ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X