Kompas.com - 05/11/2020, 20:48 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

KOMPAS.com - Setiap anak punya potensi dan ketertarikan yang berbeda. Tugas orangtua untuk menemukan apa yang diinginkan anak dan mengembangkannya, bukan memaksa anak mendalami minat tertentu sesuai keinginan orangtuanya.

Menurut Psikolog Anak & Keluarga Vera Itabiliana, orangtua harus bersikap terbuka dan tidak terburu-buru memutuskan bakat anak

"Terkadang orangtua punya obsesi yang tidak tercapai di masa lalu, terus mereka memaksakan obsesi itu ke anak," sebut Vera dalam Konferensi Pers Biskuat Academy 2020 yang diadakan virtual pada Kamis (5/11/2020).

"Orangtua harus open minded. Saat mengamati anak sedang menyukai sesuatu, jangan kita terburu-buru memutuskan anak harus mengembangkan hal tersebut. Karena anak sedang dalam masa eksplorasi dan mencoba segala hal," ujarnya.

Masa pandemi seperti sekarang, menurut Vera, merupakan kesempatan bagi orangtua untuk berinteraksi dengan anak, terutama dalam menemukan bakat mereka.

"Menemukan bakat anak adalah perjalanan panjang," tutur Vera.

Baca juga: Orangtua, Ini 5 Cara Kenali Minat dan Bakat Anak sejak Dini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setidaknya, ada empat poin yang dijelaskan Vera mengenai peran orangtua dalam menemukan bakat anak. Antara lain:

1. Pengamatan

Untuk menemukan bakat anak butuh observasi atau pengamatan dari orangtua. Karena potensi dan bakat anak adalah hal tersembunyi.

"Tugas kita sebagai orangtua untuk mencarinya," kata Vera.

2. Memberi pilihan dan fasilitas

Menurut Vera, orangtua dapat memberi anak kesempatan untuk menemukan bakatnya lewat berbagai pilihan. Orangtua juga bisa mengenalkan anak pada berbagai hal, seperti musik, seni, atau olahraga.

"Contohnya, ajak anak latihan lempar bola sejak kecil. Kalau anak kita sampai usia lima tahun tetap konsisten tidak berubah dan masih senang bermain bola, kita bisa mengajak anak masuk ke sekolah sepak bola," tambahnya.

Baca juga: Efek Negatif Jadi Orangtua Perfeksionis

3. Pendukung anak

Memberi perhatian kepada anak saat sedang mengasah bakatnya juga tidak kalah penting, sebut Vera.

"Cara memberi perhatian pada anak bisa bermacam-macam, misalnya menyaksikan anak saat ia mengikuti pertandingan sepak bola," ucap Vera mencontohkan.

4. Pendamping anak

Selain mendukung anak, lanjut Vera, orangtua juga bisa menjadi pendamping anak saat mereka mengalami beberapa hal dalam proses pengembangan bakat mereka. Misalnya saat anak bosan atau jenuh latihan, atau pun kalah dalam pertandingan.

Ketika anak emosi, orangtua cenderung memberi saran dan solusi kepada anak. Cara itu tidak perlu kita lakukan sebagai orangtua, menurut Vera.

"Kita dengerin dulu aja, karena terkadang anak butuh didengar dan dipahami. Biarkan anak mengeluarkan emosinya, dan terima bahwa emosi anak itu hal yang wajar. Dari situ, baik orangtua dan anak mencari cara untuk menghilangkan perasaan emosi itu," katanya.

Baca juga: Sekolah Bola Online, Ide Pengembangan Potensi Anak saat Pandemi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.