Kompas.com - 06/11/2020, 20:47 WIB
Ilustrasi limbah makanan yang dapat didaur ulang. SHUTTERSTOCK/VICTORIA1Ilustrasi limbah makanan yang dapat didaur ulang.
|
Editor Wisnubrata

"Di sini kita harus melihat, mana yang berpotensi sisa. Kalau akan menjadi sampah sebaiknya kita tolak," terangnya.

Pilihlah barang atau makanan yang sebisa mungkin tidak membuat adanya sisa. Paling tidak, kalau untuk makanan harus yang bisa dijadikan sebagai kompos.

Kita bisa juga menahan diri agar tidak membeli berlebihan, yang pada akhirnya hanya akan dibuang.

Baca juga: Sisa Kantong Teh Celup Bekas Jangan Dibuang, Ada Gunanya Lho..

2. Mengubah pola pikir

Alasan utama mengapa kita tidak merasa bertanggung jawab pada sampah karena kita menyebutnya "sampah".

"Sebaiknya jangan bilang sampah karena kita pasti akan membuangnya," katanya lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melainkan, lanjut dia, kita menyebutnya dengan sisa konsumsi.

Sebab jika disebut sisa konsumsi, itu akan mengubah pola pikir kita untuk lebih bertanggung jawab terhadap sisa dari apa yang kita konsumsi.

3. Menggunakan sesuai apa yang dibutuhkan

Saat proses mengurangi, kita harus memikirkan mana yang menjadi kebutuhan prioritas, bukan hanya keinginan semata.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.