Tinggi Lemak Vs Tinggi Protein, Mana yang Lebih Baik untuk Diet?

Kompas.com - 08/11/2020, 08:30 WIB
Ilustrasi diet, diet autoimun ShutterstockIlustrasi diet, diet autoimun

Dalam diet ini, asupan karbohidrat sangat rendah yakni sekitar 10 hingga 15 persen.

Selain itu, asupan lemaknya sangat tinggi sekitar 45-50 persen dan sisanya berasal dari protein.

Asupan lemak yang tinggi membantu tubuh mencapai fase yang disebut ketosis, di mana tubuh mulai membakar lemak.

Di sisi lain, protein adalah bahan penyusun kehidupan yang ada di setiap sel tubuh dan dapat membantu perbaikan sel.

Baca juga: Mengapa Diet Gagal dan Usaha Jaga Makan Berantakan?

Pada pola makan yang asupan proteinnya tinggi, karbohidrat dibatasi 30-35 persen, serta jumlah kalori yang tersisa dari lemak.

Diet zone dan south beach adalah contoh umum dari diet tinggi protein.

Hasil penelitian

Sebuah studi menunjukkan, memilih antara diet tinggi ptotein atau tinggi lemak akan berhasil menurunkan berat badan.

Hal yang sama juga diterbitkan dalam laporan sekelompok peneliti Australia pada tahun 2004 yang lalu.

Apabila, kedua diet tersebut menunjukkan hasil yang efektif melangsingkan tubuh. Sulit untuk membandingkan mana yang lebih baik.

Baca juga: Ingin Diet Rendah Kalori, Bagaimana Tentukan Porsi Makan?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X