Kompas.com - 08/11/2020, 20:10 WIB

KOMPAS.com - Aktris dan penyanyi Ariel Tatum sudah cukup lama mengunggah pesan-pesan dan informasi terkait kesehatan mental melalui media sosialnya.

Ia memahami bahwa medsos punya banyak manfaat di era modern ini, namun di sisi lain juga mengganggu kesehatan mental sebagian orang.

Salah satunya menimbulkan stres dan insecure alias perasaan tidak aman karena disadari maupun tidak kerap membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

"Kendali social media yang semakin hari semakin besar menurutku mempengaruhi pola pikir, standar, lifestyle, dan kesehatan mental."

"Aku lihat masyarakat punya kecenderungan untuk enggak bersosialisasi dengan sekitarnya di dunia nyata, lebih mudah stres, dengan disadari atau pun tidak jadi membandingkan hidupnya ke orang lain yang berbeda."

Demikian diungkapkan Ariel dalam sesi "Social Media Distancing from Toxic Content" di acara ALIVE 2020, Sabtu (7/111/2020).

Perempuan yang pernah berduet dengan Ari Lasso di 2012 itu menambahkan, self love (mencintai diri sendiri) dan self acceptance (penerimaan diri) adalah kunci untuk menghadapi era media sosial.

Sebab, kata dia, ada banyak sekali perundungan siber (cyberbullying) yang mengarah pada citra diri seseorang.

Ariel pun mencontohkan maraknya penggunaan filter di sejumlah media sosial yang tak lagi mempercantik, namun justru mengubah tampilan seseorang menjadi orang yang berbeda agar terlihat sempurna.

Kebiasaan itu lama kelamaan bisa membuat seseorang merasa tidak percaya diri ketika menampilkan wajahnya di media sosial tanpa filter dan akan membuat rasa insecure semakin parah.

"I mean, it's supposed to be fun, but not until someone is insecure and don't feel beautiful without using that filter (filter memang seharusnya sesuatu yang menyenangkan, tapi menjadi tidak menyenangkan jika seseorang jadi merasa tidak aman dan tidak merasa cantik tanpa menggunakan filter)."

"Di situlah kita tahu itu (media sosial) sudah toxic," ucapnya.

Kondisi ini membuat Ariel selalu berupaya mengkampanyekan self love dan self acceptance melalui akun medsosnya agar lebih banyak orang bisa menerima dirinya dan tidak lagi membandingkan diri dengan orang lain.

"Jadi bisa berdamai dengan seluruh kekurangan yang dia miliki dan menghargai kelebihannya. Jadi enggak lagi insecure kalau lihat rumput orang lebih hijau," kata pemeran film "Oh Baby" itu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

?Baru sekali posting langsung banyak. Hehe. Malam ini aku pengen sharing tentang beberapa hal yang dulu pernah membuat aku merasa ga percaya diri. ? ? Pori pori besar di wajah ini adalah hasil dari hormon dan juga keputusan-keputusan kurang tepat saat remaja. Jerawat, komedo, blackheads, whiteheads semua dipencetin dan diusreeekk terus mukanya. Yang ternyata sebenernya seiring jalannya waktu, dan juga dengan nutrisi dan perawatan yang tepat, akan hilang sendiri. Dari pengalamanku, caranya adalah dengan minum air putih yang banyak, makan sayur, scrub gently every once in a while with some natural exfoliating agents, and Rosehip Oil. Turns out, for me, THAT IS LITERALLY IT. Namun pori-pori ini masih trauma. Tapi gapapa, karena sekarang kalo liat bekasnya, jadi bersyukur karena ini jauh lebih baik dari kondisi dahulu kala. Not everyone is blessed with clear porcelain skin, and that doesn’t make me not EQUALLY beautiful. ? ? Jari-jariku pendek. Sebel banget kenapa sih ga bisa lentik dan ramping seperti perempuan-perempuan lain? Tapi setelah itu aku sadar bahwa jari-jari pendek inilah yang membuat aku bisa masak, melukis, main piano, gitar dan menulis semua cerita dan puisi-puisi yang ada dibenakku. Jadi terima kasih ya, jari-jariku.? ? Kupingku caplang, dulu benci sekali kalo disuruh kuncir satu. I hated my big ears so much. Yang ternyata gak sebesar itu juga sebenernya. See how sometimes we see our flaws waaayy worse than it actually is? Let’s stop that. Mari mulai mengubah arah fokus kita ke hal-hal dalam hidup yang patut untuk disyukuri. Also kalo kalian juga punya kuping caplang, ketahuilah bahwa menurut penelitian Dr. Ralph Litscher orang dengan kuping caplang lebih cerdas, dan orang Tiongkok percaya bahwa kuping caplang membawa keberuntungan, aamiiinn HAHAHA.? ? Foto terakhir adalah satu dari 8 sayatan di kulitku yang selalu mengingatkan bahwa aku pernah melalui salah satu titik terendah di hidupku dan berhasil bangkit dari itu. I’m so proud of that scar. It thought me a lot. It got me here. Exactly where I’m supposed to be.? ? ? Itu dulu cerita dari aku.? Kalo kalian gimana?? Do you want to share your story? ????♥?

A post shared by Ariel Tatum (@arieltatum) on Jun 5, 2020 at 4:05am PDT

Adapun pada Oktober 2019 lalu Ariel pernah mengungkapkan bahwa dirinya tengah fokus memperbaiki kesehatan mentalnya.

Ia mengaku memiliki gangguan kepribadian ambang atau Borderline Personality Disorder (BPD).

Dilansir Hello Sehat, BPD sendiri merupakan gangguan kesehatan mental yang memengaruhi cara berpikir dan perasaan seseorang.

Pengidapnya hampir selalu merasa khawatir, rendah diri dan takut, bahkan tanpa penyebab yang jelas.

Baca juga: Ariel Tatum Idap Gangguan Mental Borderline Personality, Apa Itu?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.