Kompas.com - 09/11/2020, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Pembahasan mengenai ukuran penis memang kerap menarik perhatian.

Namun, bagaimana jika pambahasan kali ini tentang potensi penis yang menyusut atau mengecil?

Samantha Evans, seorang penulis dan pakar kesehatan seksual meyakini, seiring bertambahnya usia, ukuran penis memang bisa menyusut.

Baca juga: Dehidrasi Bisa Turunkan Libido hingga Sebabkan Disfungsi Ereksi

Kendati demikian, dalam artikel yang dimuat di laman Daily Star, Samantha menyebut, pilihan diet dan gaya hidup juga amat memengaruhi perubahan pada penis.

Perubahan yang dimaksud juga menyangkut soal tingkat kesuburan pria, atau pun seberapa keras ereksi pada penis.

"Seiring bertambahnya usia, penisnya mungkin menyusut ukurannya akibat deposit plak lemak di arteri kecil yang mengurangi aliran darah."

"Kondisi ini dikenal dengan nama arteriosclerosis. Proses yang sama juga terjadi pada pembuluh darah yang mengelilingi jantung."

Menurut Samantha, penumpukan kolagen inelastis (jaringan parut) di dalam selubung fibrosa yang mengelilingi ruang ereksi, menyebabkan ereksi yang lebih lemah.

Baca juga: Bisakah Purwaceng Atasi Disfungsi Ereksi?

Dia lalu mengatakan, penuaan bukan satu-satunya faktor risiko, sebab kebiasan merokok juga bisa sangat merusak penis.

Menghisap rokok dapat menyebabkan turunnya kadar testosteron dalam tubuh pria, yang memiliki efek pada anggota tubuh lain, termasuk penis.

Terkait penyusutan ukuran penis ini, laman Men's Health mengutip penjelasan dokter Mary Samplaski.

Ahli urologi dan Direktur divisi infertilitas pria di University of Southern California ini mengatakan, "sebenarnya tidak ada alat medis untuk mengukur penyusutan penis."

"Apa yang kita tahu adalah bahwa merokok dan usia dapat menyebabkan penurunan produksi testosteron," kata Samplaski.

Masalah kesehatan membatasi aliran darah ke penis, sehingga pria akan lebih sulit untuk ereksi.

Senada dengan itu, Samantha pun mengatakan, merokok memang merusak pembuluh darah.

Baca juga: Berapa Ukuran Penis Ideal untuk Memuaskan Pasangan?

Kerusakan itulah yang meningkatkan pembentukan plak di dalam arteri hingga menghalangi aliran darah.

Dalam kondisi tersebut, aliran darah ke seluruh tubuh menjadi tak sempurna, termasuk ke organ penis.

Selain itu, masalah ereksi pun bisa bersifat psikologis atau psikis. Hal ini pun kerap dikaitkan dengan kelelahan, stres, kecemasan, atau depresi.

Kondisi kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan masalah tiroid juga bisa menghancurkan ereksi.

Baca juga: Mitos Salah yang Perlu Kamu Ketahui tentang Disfungsi Ereksi

Lebih lain, terkadang masalah penis merupakan gejala dari masalah medis yang mendasari pembuluh darah dan jantung, misalnya diabetes, kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi.

Nah, jika saat ini penis sudah terasa lebih lembek saat ereksi, mungkin sudah waktunya untuk berkonsultasi ke dokter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.