Kompas.com - 10/11/2020, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Gelaran mode tahunan Indonesia Fashion Week (IFW) akan diselenggarakan secara virtual pada 14-15 November 2020 di channel YouTube Indonesia Fashion Week Official.

Ini tentunya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana IFW biasa digelar dalam format yang cenderung eksklusif dan secara langsung di Jakarta.

Presiden IFW sekaligus Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono mengungkapkan, IFW 2020 menjadi bukti bahwa APPMI konsistensi atas komitmennya dalam mendukung kemajuan dan memberikan ruang promosi kepada para pelaku industri mode untuk terus
bisa bangkit dan berkreasi ditengah situasi pandemi saat ini.

"Yang penting desainer terlihat tetap kreatif, eksis dan IFW mampu tetap memberi warna pada para desainer agar mereka tetap bisa berkreasi meski dalam suasana pandemi," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Senin (9/11/2020).

Tahun ini, IFW kembali mengangkat tema budaya Kalimantan yang bertajuk "Tales of the Equator - Treasure of the Magnificent Borneo".

Menurut Poppy, Kalimantan memiliki unsur kebudayaan yang beragam, unik, dan memiliki banyak dimensi yang bisa
dieksplorasi menjadi sumber inspirasi bagi industri fesyen Indonesia.

Setidaknya akan ada 65 desainer, baik dari dalam maupun luar negeri, yang turut serta memeriahkan IFW 2020.

Beberapa nama di antaranya Ida Royani, Agnes Budhisurya, Sugeng Waskito, Tuty Adib, hingga Jenny Cahyawati.

"Jadi para desainer mau enggak mau belajar dan mendetail soal Kalimantan. Hasilnya akan menjadikan tingkat kreativitas mereka selalu berakar pada budaya bangsa sendiri yang nantinya memberi nilai tambah," ungkapnya.

Selain itu akan ada konten Fashion Talk yang mengangkat tema-tema inspiratif dan informatif seputar dunia fesyen dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Pada IFW kali ini, APPMI telah bekerja sama dengan Indonesia Global Compact Network (IGNC), yakni aliansi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk fesyen berkelanjutan.

Hal ini dilakukan agar industri fesyen ramah lingkungan semakin banyak diterapkan di Indonesia.

Sebab, saat ini fesyen masih merupakan industri kedua terbesar yang paling banyak mengkonsumsi air dalam setiap proses produksinya.

Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan untuk mempromosikan industri fesyen ramah lingkungan yang berkelanjutan.

"Mereka (para desainer) harus dimulai dengan metode sustainable sehingga tidak sembarangan lagi mengotori planet kita lagi," ucapnya.

Baca juga: Ragam Busana Batak Toba di Malam Pembukaan IFW 2018

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.