Kompas.com - 10/11/2020, 18:47 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal di dalam kehidupan. Salah satunya adalah cara seseorang berkencan.

Survei yang dilakukan oleh perusahaan kencan Lunch Actually terhadap 3.500 orang di lima negara yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Thailand menemukan adanya perubahan pola pikir maupun ekspektasi ketika seseorang mencari teman kencan.

Hasil Annual Singles Dating Survey 2020 yang dirilis hari ini menunjukkan, pandemi meningkatkan keinginan para lajang untuk menemukan cinta.

Menurut psikolog klinis dewasa Rebeka Pinaima, pandemi membuat para lajang semakin merasa kesepian dan sadar dengan kehidupan. Hal ini dikarenakan perjumpaan secara offline dibatasi.

“Mereka makin mencari teman berbicara. Berdasarkan pengalaman saya praktik, kebutuhan untuk menjalin komunikasi yang berkualitas, deep talk, ternyata tinggi sekali,” kata Rebeka dalam konferensi pers virtual hari ini, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Simak, 6 Tips Jitu Memulai Obrolan di Aplikasi Kencan Online

Lebih lanjut ia mengatakan, para lajang tidak lagi mencari teman kencan untuk sekadar berbasa-basi. Bahkan mereka tak lagi menjadikan penampilan sebagai prioritas utama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka lebih mencari teman kencan yang bisa memberikan rasa nyaman dan ‘nyambung’ ketika membicarakan berbagai topik.

Para lajang fokus terhadap companionship karena menginginkan perasaan terhubung secara emosional dengan orang lain.

“Jadi enggak sekadar ketertarikan secara fisik maupun seksual,” tambah Rebeka.

Perubahan prioritas ini kemudian membuat para lajang mulai mencari teman kencan secara online.

Baca juga: Penyebab Kamu Masih Lajang hingga Hari Ini, Berdasarkan Zodiak

Lebih aktif

Hasil survei yang dilakukan melalui email dan media sosial pada Oktober lalu menunjukkan, sebanyak 62 persen laki-laki dan 40 persen perempuan aktif mencoba berkencan atau bertemu dengan orang baru selama Covid-19.

Selain itu, para peserta survei juga mengungkapkan alasannya mencari teman kencan. Sebanyak 41 persen mengatakan tidak ingin sendirian selamanya, sedangkan 31 persen lainnya mengatakan pandemi membuatnya menyadari pentingnya memiliki pasangan hidup.

Hasil survei juga mengungkapkan dampak pandemi terhadap perubahan cara berkencan.

1. Sebanyak 61 persen laki-laki dan 73 persen perempuan akan lebih selektif memilih dengan siapa mereka akan berkencan secara tatap muka.

2. Sebanyak 54 persen laki-laki dan 55 persen perempuan akan lebih berhati-hati dalam memilih tempat kencan.

Baca juga: Tinder Ungkap Bagaimana Kebiasaan Kencan Berubah Selama Pandemi

3. Sebanyak 45 persen laki-laki dan 42 persen meminta teman kencannya untuk melakukan kencan virtual (video dating) terlebih dahulu sebelum bertemu secara langsung.

Dari hasil ini dapat disimpulkan, bukan hanya acara resmi atau rapat saja yang semakin banyak dilakukan secara virtual, kencan pun mengalami hal yang sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.