Kompas.com - 11/11/2020, 13:39 WIB
. REPRO BIDIK LAYAR VIA @ivf.surrogacy.diary.

Mendapatkan ibu pengganti menjadi salah satu cara pasangan untuk mendapat kehamilan. Tapi biayanya tidaklah murah, mencapai lebih dari 100 ribu dolar AS (sekira Rp 1,4 miliar).

Mengetahui putrinya mencari ibu pengganti, Loving menawarkan diri.

Pada awalnya ini ditolak oleh dokter. Menurut Kaplan itu bukan sesuatu yang baik. Sepanjang 29 tahun kariernya, ia telah menjalani 20 ribu prosedur bayi tabung sehingga sudah paham akan risikonya.

"Biasanya ibu pengganti atau pembawa kehamilan harus berusia di bawah 40 tahun. Tetapi memang dalam kedokteran harus melihat kondisi seseorang sebelum melakukan tindakan,” kata Kaplan.

Akhirnya setelah serangkaian pengujian yang ketat, mulai dari pemeriksaan medis hingga edukasi tentang risiko yang mungkin terjadi, Kaplan menyetujui pilihan itu dan memberi Loving lampu hijau.

“Untungnya ini pertama kali dia hamil lewat embrio transfer,” Kaplan berbagi.

“Saya telah bersama Breanna selama bertahun-tahun. Begitu banyak trauma yang telah dilewatinya tapi ketangguhannya luar biasa. Jika dia tidak memiliki ibunya, mungkin dia tidak akan punya bayi,” cetus Kaplan.

Baca juga: Mengenal Gangguan Kesuburan yang Ditandai Haid Tak Teratur

 

Halaman:


Sumber Today
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X