Kompas.com - 11/11/2020, 17:21 WIB
Ilustrasi telinga, gangguan telinga, gangguan pendengaran SHUTTERSTOCK/Orawan PattarawimonchaiIlustrasi telinga, gangguan telinga, gangguan pendengaran

Sama seperti virus, penyakit campak, gondok, varicella (cacar air atau herpes zoster), infeksi ini dapat memengaruhi saraf untuk sementara atau selamanya.

Sebelumnya, pasien yang terinfeksi Covid-19 juga mengalami anosmia atau hilangnya indera penciuman.

Baca juga: Telinga Si Kecil Berdenging? Hati-Hati Balita Mengalami Tinnitus

Pada pasien Covid-19, virus merusak saraf penciuman yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi berbagai bau dengan menggunakan hidung dan otak.

Jadi, sudah semakin banyak bukti yang menunjukkan kelainan fungsional area tubuh karena penurunan fungsi otak (defisit neurologis) jangka panjang akibat infeksi Covid-19 ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:
Baca tentang


Sumber Forbes
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.