Kompas.com - 11/11/2020, 19:48 WIB
Ilustrasi serangan jantung di usia muda Shutterstock.comIlustrasi serangan jantung di usia muda

KOMPAS.com - Serangan jantung sering digambarkan dengan nyeri dada yang hebat. Walau hal itu tidak salah, tetapi nyeri dada bukan satu-satunya penanda adanya penyumbatan pembuluh darah yang memicu serangan jantung.

Ada tanda-tanda lain yang tanpa disadari mengindikasikan seseorang terkena serangan jantung.

Melalui siaran langsung di Instagram @Ekahospital, Rabu (11/11/2020), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Eka Hospital, Dr Markz Roland Mulia Pargomgom Sinurat, SpJP menjelaskan beberapa tandanya.

Menurut dia, ketika seseorang sudah mulai keringat dingin disertai dengan rasa mual sudah bisa menjadi ciri-ciri timbulnya serangan jantung.

"Kalau keringat dingin sampai bajunya basah itu bisa diidentifikasi sebagai gejala serangan jantung," katanya.

Kemudian, saat nyeri dada terasa berat hingga menjalar ke punggung dan lengan itu juga merupakan tanda-tanda serangan jantung yang harus diwaspadai.

Baca juga: Pahami, Hubungan antara Stres dan Potensi Serangan Jantung

"Yang paling parah apabila sudah sampai sesak napas, pingsan, dan bahkan mengalami kejang, harus segera dibawa ke rumah sakit dengan cepat," paparnya.

Pencegahan

Penanganan yang cepat di rumah sakit sangat memengaruhi kemampuan pasien serangan jantung bertahan. Meski begitu, lebih baik jika kita dapat mencegah dengan mendeteksi faktor penyebabnya sejak dini.

Markz menuturkan, terdapat dua faktor risiko yang menyebabkan serangan jantung yakni faktor yang dapat diubah dan tidak dapat diubah.

Faktor yang dapat diubah antara lain berat badan yang berlebihan (obesitas), hipertensi, kolesterol, dan penyakit-penyakit metabolik, seperti diabetes.

Sementara yang tidak bisa diubah mencakup usia maupun jenis kelamin. Laki-laki lebih berisiko tinggi terkena jantung dibandingkan dengan perempuan.

Baca juga: Kenali, 4 Faktor Risiko Penyakit Jantung yang Tak Bisa Dikendalikan

"Intinya, mencegah serangan jantung itu perlu mengubah pola hidup dengan olahraga dan mengonsumsi makanan sehat. Kurangi garam bagi yang hipertensi dan gula bagi yang diabetes," ujarnya.

Dia pun menambahkan, bahwa melakukan skrining atau pemeriksaan itu juga sangat penting. Mulai dari cek gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol untuk mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X