Kebaya, Cari Pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Kompas.com - 12/11/2020, 06:35 WIB
Rombongan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) berpose di KBRI Bangkok, Thailand. DOKUMENTASI PBIRombongan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) berpose di KBRI Bangkok, Thailand.

KOMPAS.com - Kebaya adalah warisan budaya Indonesia yang dipercaya sudah ada sejak masa para leluhur.

Para perempuan yang berada di berbagai daerah di Indonesia sejak dulu memakai kebaya, sehingga kebaya memiliki arti mendalam dan bersejarah.

Tumbuhnya kesadaran mengenai kekayaan budaya Indonesia membuat kebaya kembali menjadi perhatian masyarakat, dan pemerintah.

Baca juga: Cerita di Balik Kebaya Susi Pudjiastuti saat Terima Bintang Mahaputera

Berbagai komunitas perempuan juga muncul, untuk mengangkat kebaya sebagai busana tradisional kebanggaan Indonesia.

Dengan semangat ingin melestarikan kebaya sebagai budaya asli Indonesia, komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia berencana mengadakan Kongres Berkebaya Nasional (KBN).

Kongres Berkebaya Nasional akan diadakan secara virtual pada tanggal 21-22 Desember, dengan tema Kebaya, Jati Diri Bangsa.

Baca juga: Tampil Modis dengan Kebaya dan Masker Senada untuk Acara Virtual

"Kebaya menjadi pakaian sehari-hari perempuan Indonesia yang perlu terus dilestarikan," kata Lana T Koentjoro, Ketua Penyelenggara Kongres Berkebaya Nasional (KBN).

Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers Kongres Berkebaya Nasional yang diadakan virtual Selasa lalu.

Lana menyebutkan, Kongres Berkebaya Nasional memiliki tujuan untuk melestarikan kebaya sebagai warisan budaya leluhur.

Di samping itu, acara ini juga bermaksud memperkuat gerakan pelestarian budaya melalui pengenalan dan ajakan menggunakan kebaya kepada generasi muda.

Baca juga: Dengan Kebaya, Bawa Identitas Bangsa ke Pentas Dunia...

"Acara ini akan diisi oleh diskusi, juga pertunjukan tari dan budaya. Target kami 1.000 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri," kata Lana.

"Agenda kita juga untuk menetapkan Hari Berkebaya Nasional, dan mendaftarkan kebaya ke Unesco sebagai warisan budaya tak benda."

"Mudah-mudahan semua berjalan dengan baik, dan kita akan terus menyosialisasikan kegiatan-kegiatan sehingga kebaya bisa diterima anak muda untuk tetap mempertahankan budaya bangsa," tambah dia.

Baca juga: Kisah Rahmi Hidayati, Gemar Naik Gunung Pakai Kebaya

Acara ini bakal mendapat dukungan dari Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X