Kompas.com - 12/11/2020, 07:30 WIB
Ilustrasi kecanduan gadget. shutterstockIlustrasi kecanduan gadget.

KOMPAS.com - Di era teknologi seperti saat ini, pembahasan mengenai anak yang kecanduan gadget atau gawai sering menjadi topik pembahasan.

Namun, sebaiknya kita tidak melupakan fakta bahwa tak sedikit orangtua yang justru lebih sering mengakses gadget-nya daripada bermain dengan anak.

Belum lagi jika para orangtua menemukan keasyikan tersendiri, seperti menemukan promo belanja, tontonan menarik, hingga ngobrol dengan teman-teman dekat via aplikasi chat.

Padahal, anak sering kali mencontoh orangtuanya, sehingga perilaku kecanduan gadget yang dialami orangtua juga bisa dicontoh oleh anak.

"Memang sebenarnya bukan cuma anak yang bisa kecanduan gadget ya," ungkap Psikolog sekaligus Mental Health Advocate, Anastasia Satrio dalam konferensi pers virtual bertajuk "Inspirasi Ciptakan Momen Main Seru Bersama Anak" bersama Ikea, Rabu (11/11/2020).

Jika Anda salah salah satunya, cobalah mengatasi kebiasaan tersebut dan meluangkan lebih banyak waktu bersama anak.

Apalagi, menurut Anas, situasi pandemi membuat emosi anak cenderung tidak stabil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka lebih mudah tantrum, lebih mudah bosan, dan cenderung tidak menurut ketika menjalani sekolah online.

Cobalah menyadari berapa banyak waktu layar (screen time) Anda dalam sehari.

Jika memang dirasakan sudah berlebih, mengatur waktu batasan mengakses gadget bisa menjadi salah satu solusinya.

Solusi lainnya adalah memperbanyak melakukan aktivitas offline, untuk mengalihkan perhatian kita dari gadget.

"Kita butuh bantuan aktivitas, mainan, benda-benda yang bisa kita ajak main," kata Anas.

Orangtua bisa melakukan aktivitas permainan fisik seperti bermain bola, bowling, hingga masak-masakan di rumah, tanpa harus memikirkan batasan gender.

Lebih baik lagi jika momen tersebut digunakan untuk memperkuat bonding dengan anak.

"Ketika anak emosinya makin intens di masa pandemi, mereka bisa menyalurkannya lewat bermain. Bermain itu powerful sekali," ujarnya.

Anas menambahkan, anak belajar melalui bermain.

Oleh karena itu, penting agar orangtua bisa meluangkan waktu berkualitas minimal 30 menit dalam sehari untuk bermain dengan anak.

"Penting banget bermain sama keluarga karena orangtua adalah teman bermain anak yang tidak tergantikan dan membantu menstimulasi otak anak buat nyambung dan menjadi cerdas," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.