Kompas.com - 12/11/2020, 18:31 WIB
Ilustrasi sejumlah jenis sambal Nusantara beserta cabai yang menjadi bahan utama pemicu sensasi rasa pedasnya. SHUTTERSTOCK/ARIYANI TEDJOIlustrasi sejumlah jenis sambal Nusantara beserta cabai yang menjadi bahan utama pemicu sensasi rasa pedasnya.

KOMPAS.com - Literasi masyarakat yang masih terbatas mengenai menstruasi membuat banyak mitos beredar.

Salah satunya adalah anjuran untuk menghindari makanan pedas.

Lalu, apakah anjuran kesehatan tersebut tepat atau hanya mitos?

Ahli gizi Beta Sindiana, S.gz mengatakan, makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi ketika menstruasi sebetulnya kembali lagi pada kondisi masing-masing orang.

Beberapa orang, misalnya, kerap merasakan sensasi panas di tubuh atau merasakan kembung, sehingga makan makanan pedas hanya akan menambah ketidaknyamanan yang dirasakan.

"Lama-lama kita akan paham polanya, kalau sedang menstruasi makan ini itu jadi enggak nyaman, atau jadi kembung, gampang berkeringat."

"Jadi sebenarnya ini kembali ke masing-masing orang," katanya dalam virtual launching website Charm Girl's Talk, Kamis (12/11/2020).

Namun, Beta menggarisbawahi bahwa ketika menstruasi seseorang harus menghindari makanan tinggi gula dan garam.

Asupan gula yang terlalu tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti sugar crash atau kondisi gula darah yang naik lalu turun dengan sangat cepat.

Kondisi ini bisa mengakibatkan suasana hati menjadi lebih buruk.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.