Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/11/2020, 05:00 WIB
Dian Reinis Kumampung,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sebelum memilih anak anjing, kamu disarankan untuk melihat induknya terlebih dahulu.

Bagaimana sifat induknya, apakah agresif, galak atau mampu menjadi penjaga rumah yang baik, atau ada riwayat menggigit orang atau tidak.

Selain sifat, mengenali induknya juga sekaligus bisa melihat riwayat penyakit apa yang kemungkinan diturunkan oleh induknya pada anak-anaknya.

4. Cek Kondisi

Kita lihat kondisi anak anjing yang akan kita lihat secara menyeluruh.

Memilih anak anjing bukan hanya berdasarkan bentuk fisik dan bulunya yang cantik. Kamu juga harus melakukan pengecekan seluruh tubuh si “doggy”.

Cek apakah cara jalannya normal, ada koreng karena jamur atau tidak, cek juga kesehatan matanya.

5. Tes nafsu makan

Anak anjing di bawah usia enam bulan, nafsu makan mereka sangat besar.

Nafsu makan yang baik juga menjadi tolak ukur bahwa mereka sehat dan tidak sedang sakit.

Karenanya, sebelum membawa pulang, lakukan tes dengan memberi mereka makan.

Baca juga: 3 Manfaat Tidur bersama Anjing Peliharaan, Sudah Tahu?

Bila makannya lahap dan rakus, bisa dipastikan mereka sedang dalam kondisi sehat dan tidak stres.

6. Lihat kotorannya

Setelah diberi makan, tunggu sampai anak anjing membuang kotoran. Kotoran juga bisa menjadi patokan untuk menilai kesehatan anjing.

Jika kotorannya padat, artinya anak anjing itu dalam keadaan sehat. Namun, jika encer, itu artinya anak anjing sedang mengalami masalah pada pencernaannya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com