Kompas.com - 13/11/2020, 05:00 WIB
Ilustrasi anjing mencium bau SHUTTERSTOCK/ TWINSTERPHOTOIlustrasi anjing mencium bau

KOMPAS.com - Memilih hewan peliharaan tak bisa sembarangan, terutama memilih anjing untuk dibeli.

Sebenarnya mengadopsi anjing dari shelter, atau tempat penampungan anjing, lebih disarankan.

Sebab, dengan demikian berarti kita menyelamatkannya, sekaligus memberi ruang bagi anjing lain untuk tinggal.

Kekurangannya adalah anjing dari shelter biasanya bukan anak anjing, sehingga butuh usaha sedikit untuk membangun ikatan dan melatihnya.

Baca juga: 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengadopsi Anjing

Namun bukan berarti kamu tidak boleh membeli anjing yang sesuai dengan keinginanmu.

Satu hal yang harus digarisbawahi, anjing yang sudah kamu beli harus senantiasa dirawat dan dijaga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nah, untuk kamu yang ingin membeli anjing, ada 11 hal yang harus diperhatikan menurut Youtube channel Dunia Anjing Kita, dalam video berjudul “Tips Membeli Anjing untuk Pemula”.

1. Beli di peternak atau breeder

Dunia Anjing Kita memberi saran untuk membeli anjing di peternak atau biasa disebut breeder.

Mengapa harus membeli di breeder, karena bila kita membeli anjing di petshop atau calo, itu artinya anjing sudah satu kali pindah tempat.

Jika nanti kita membeli anjing tersebut, artinya dia sudah dua kali berpindah tempat dan dua kali merasakan stres.

Baca juga: Kenali Manfaat Memelihara Anjing bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Sementara stres sendiri akan membuat anjing menjadi rentan terkena penyakit.

2. Datangi breeder dan cek tempat berkembang biaknya

Kamu bisa mendatangi peternakan anjing untuk melihat apakah mereka dikembangbiakan dengan baik, bagaimana kebersihan lingkungannya, dan perawatan mereka.

3. Cari tahu induknya

Sebelum memilih anak anjing, kamu disarankan untuk melihat induknya terlebih dahulu.

Bagaimana sifat induknya, apakah agresif, galak atau mampu menjadi penjaga rumah yang baik, atau ada riwayat menggigit orang atau tidak.

Selain sifat, mengenali induknya juga sekaligus bisa melihat riwayat penyakit apa yang kemungkinan diturunkan oleh induknya pada anak-anaknya.

4. Cek Kondisi

Kita lihat kondisi anak anjing yang akan kita lihat secara menyeluruh.

Memilih anak anjing bukan hanya berdasarkan bentuk fisik dan bulunya yang cantik. Kamu juga harus melakukan pengecekan seluruh tubuh si “doggy”.

Cek apakah cara jalannya normal, ada koreng karena jamur atau tidak, cek juga kesehatan matanya.

5. Tes nafsu makan

Anak anjing di bawah usia enam bulan, nafsu makan mereka sangat besar.

Nafsu makan yang baik juga menjadi tolak ukur bahwa mereka sehat dan tidak sedang sakit.

Karenanya, sebelum membawa pulang, lakukan tes dengan memberi mereka makan.

Baca juga: 3 Manfaat Tidur bersama Anjing Peliharaan, Sudah Tahu?

Bila makannya lahap dan rakus, bisa dipastikan mereka sedang dalam kondisi sehat dan tidak stres.

6. Lihat kotorannya

Setelah diberi makan, tunggu sampai anak anjing membuang kotoran. Kotoran juga bisa menjadi patokan untuk menilai kesehatan anjing.

Jika kotorannya padat, artinya anak anjing itu dalam keadaan sehat. Namun, jika encer, itu artinya anak anjing sedang mengalami masalah pada pencernaannya.

Pastikan juga anak anjing tidak memakan kotornnya sendiri. Hal ini akan berdampak pada kesehatannya.

7. Periksa buku vaksin

Periksa kelangkapan vaksin dari anjing yang akan kita beli.

Selain itu, pastikan anak anjing sudah divaksin dua minggu sebelum kita membelinya.

Karena, vaksin perlu waktu dua minggu untuk membentuk proteksi bagi tubuh anjing.

8. Garansi

Pastikan dapat garansi kesehatan minimal enam hari sejak pembelian. Penjual yang baik pasti akan memberi garansi pembelian dan tips menjaga kesehatan.

Jadi cek riwayat breeder sebelum memilih di mana akan membeli anak anjing.

9. Jangan terlalu nafsu

Terkadang, begitu melihat anak anjing, kita sudah terlanjur merasa jatuh cinta dan ingin segera membawa pulang.

Tetapi sebaiknya, saat memilih anak anjing, kamu harus meluangkan sedikit waktu untuk mengajak mereka bermain bersama, apakah cocok dengan kita, atau tidak.

Jadi memilih anak anjing jangan hanya berdasarkan fisiknya yang cantik saja. Sebab, jika ternyata tidak cocok, kita tak mungkin membuang dan menelantarkan mereka.

10. Jangan membeli online

Selain banyaknya penipuan, membeli secara daring juga akan membuatmu sulit mengetahui sifat mereka.

Baca juga: Sneaker Keren untuk Anjing, Terinspirasi Desain Adidas Yeezy

Tak hanya itu, kamu juga tak bisa mengecek kesehatan dan vaksinasi yang sudah mereka jalani.

Jika memang transaksi melalui daring, usahakan untuk mendatangi penjual terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi.

11. Pelajari karakter anjing

Sebelum akhirnya memilih anjing mana yang akan kamu bawa pulang, pelajari karakter mereka.

Sesuaikan jenis anjing yang kamu pilih, dengan tempat tinggal dan budget-mu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.