Kompas.com - 13/11/2020, 06:30 WIB

"Prinsipnya mereka yang tidak berkepentingan cenderung tidak mengingatnya," ujarnya.

Baca juga: Makanan Pedas Harus Dihindari saat Menstruasi, Mitos atau Fakta?

Langkah memberikan ededukasi menstruasi

Membahas mengenai seks, termasuk menstruasi, masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat dengan budaya ketimuran.

Namun, Psikolog Anak Devi Sani, M. Psi mengungkapkan, orangtua tak akan lagi merasa canggung memberikan edukasi menstruasi kepada anak jika memilih kata-kata yang sesuai dan tidak menciptakan suasana tegang.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua, antara lain:

1. Mengecek terlebih dahulu pandangan diri sendiri terhadap menstruasi. Hal ini penting dilakukan sebab masih ada sebagian orang yang memandangnya sebagai penyakit dan sesuatu yang menjijikan. Orangtua atau pendidik juga perlu memeriksa dan memahami fakta-fakta seputar menstruasi dan menarche sebelum menjelaskan pada anak.

2. Memberdayakan. Sampaikan pada anak bahwa mereka masih tetap bisa berkegiatan ketika menstruasi. Hindari menakut-nakuti anak dengan berbagai kekhawatiran tak berdasar karena hanya akan membuatnya terkungkung.

3. Eksplorasi alat dan platform yang dibutuhkan oleh anak saat menstruasi. Misalnya, memperkenalkan berbagai jenis pembalut atau mengajaknya mengakses platform informasi seperti website Charm Girl's Talk yang baru diluncurkan.

4. Ajari anak untuk mengelola kebutuhan mereka ketika menstruasi. Misalnya, mengajari anak untuk mengantisipasi jika mereka mengalami "tembus" di sekolah, dan lainnya.

5. Hindari fokus hanya pada hal negatif. Berikanlah pandangan bahwa menarche adalah suatu gerbang yang penuh kegembiraan, yang membawa anak masuk ke fase dewasa, dan

6. Pastikan ayah juga terlibat dalam memberi informasi sebelum menarche datang. Hal ini dilakukan agar anak tak merasa malu dengan apa yang dialaminya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.