Kompas.com - 13/11/2020, 08:01 WIB
Ilustrasi anak shutterstockIlustrasi anak

2. Berikan kesempatan anak untuk 'menang'

Ajak anak untuk mengungkapkan kesalahan orang dewasa dalam hal-hal yang ternyata bisa dilakukan dengan baik oleh anak.

Hal ini bisa memberitahu anak jika orang dewasa termasuk orangtua membutuhkan bantuanny untuk berkembang.

Ketika anak mengungkapkan 'kesalahan' itu, ucapkan terima kasih dan hargai bantuannya.

"Ini adalah kesempatan berharga bagi anak untuk menang karena lebih tahu dari orang dewasa," kata Bettelheim.

3. Lakukan permainan sesuai keinginan anak

Meskipun interaksi anak dengan teman sebaya berkurang, orangtua dapat menjadi teman bermainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Luangkan waktu 15-30 menit dan ciptakan pengalaman bermain dengan teman sebaya. Biarkan anak memilih jenis permainan yang ingin dilakukan.

Misalnya petak umpet, peek-a-boo, menggambar wajah, membangun benteng selimut, atau mendandani boneka.

Orangtua bisa bertindak sebagai teman sebaya dengan cara tidak terlalu menonjol dalam permainan, atau melakukan kesalahan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.