Kompas.com - 13/11/2020, 08:01 WIB
Ilustrasi anak shutterstockIlustrasi anak

KOMPAS.com - Berada di rumah selama berbulan-bulan dapat memicu timbulnya perasaan negatif. Contohnya ialah kesepian.

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa merasa kesepian. Apalagi jika mereka sudah lama tidak bertemu dengan teman bermainnya.

Kurangnya interaksi dengan teman sebaya menjadi salah satu alasan anak merasa kesepian. Untungnya, hal ini bisa diatasi oleh orangtua.

Penelitian menunjukkan, ikatan emosional yang dekat dan positif dapat melindungi kesehatan serta menjaga ketahanan emosional anak.

Orangtua dapat memberikan ikatan tersebut dengan berbagai cara. Berikut lima langkah yang bisa dilakukan orangtua di rumah untuk mencegah kesepian pada anak.

1. Melakukan ritual sebelum tidur

Luangkan 10-15 menit untuk duduk di tepi tempat tidur anak dan berikan perhatian penuh. Minta anak untuk menceritakan hari mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anak bisa bercerita soal kekhawatiran, hal yang menyenangkan atau menarik, hingga sesuatu yang terasa baik atau buruk.

"Memvalidasi anak dengan perhatian tanpa gangguan akan membuat mereka merasa didukung dan terhubung secara empati," ujar psikoterapis Ruth Bettelheim Ph.D seperti dikutip Psychology Today.

Apabila di rumah ada lebih dari satu anak, lakukan ritual ini secara bergantian. Dengan begitu anak tidak merasa perhatian orangtuanya terbagi.

Baca juga: 7 Tips Atasi Stres pada Anak di Tengah Pandemi Covid-19

2. Berikan kesempatan anak untuk 'menang'

Ajak anak untuk mengungkapkan kesalahan orang dewasa dalam hal-hal yang ternyata bisa dilakukan dengan baik oleh anak.

Hal ini bisa memberitahu anak jika orang dewasa termasuk orangtua membutuhkan bantuanny untuk berkembang.

Ketika anak mengungkapkan 'kesalahan' itu, ucapkan terima kasih dan hargai bantuannya.

"Ini adalah kesempatan berharga bagi anak untuk menang karena lebih tahu dari orang dewasa," kata Bettelheim.

3. Lakukan permainan sesuai keinginan anak

Meskipun interaksi anak dengan teman sebaya berkurang, orangtua dapat menjadi teman bermainnya.

Luangkan waktu 15-30 menit dan ciptakan pengalaman bermain dengan teman sebaya. Biarkan anak memilih jenis permainan yang ingin dilakukan.

Misalnya petak umpet, peek-a-boo, menggambar wajah, membangun benteng selimut, atau mendandani boneka.

Orangtua bisa bertindak sebagai teman sebaya dengan cara tidak terlalu menonjol dalam permainan, atau melakukan kesalahan.

Hal ini memastikan pengalaman pemberdayaan yang dapat mencegah kesepian pada anak.

"Ikuti keinginan bermain anak terlepas dari tingkat keahliannya. Ini membuat bermain jadi menyenangkan dan anak tidak terganggu oleh kecemasan kinerja," tambah Bettelheim.

Aspek terpenting menjadi teman bermain adalah berbagi kesenangan. Orangtua harus menunjukkan ketertarikan dengan permainan kepada anak.

Baca juga: Bermain Ternyata Bisa Lepaskan Stres Pada Anak

4: Biarkan anak berekspresi

Ajak anak untuk mengekspresikan perasaaannya. Sering kali anak merasa dimarahi, diserang, dikucilkan, diejek, dan dihina secara tidak adil.

Anak membutuhkan ruang yang aman untuk berbicara tentang perasaannya. Mengekspresikan perasaan dapat membantu memulihkan harga diri anak yang 'rusak' karena mendapat perlakuan negatif.

Anak bisa juga mengungkapkan keingintahuan dan menerima empati. Orangtua harus menjawab pertanyaan anak dengan jujur.

"Anak-anak membutuhkan jenis informasi yang berbeda di usia yang berbeda. Berikan jawaban yang sesuai dengan usia anak," ujar Bettelheim.

Ketika anak mengungkapkan kesedihan, kekhawatiran, atau kemarahan, cobalah untuk memahami betapa mereka merasa sangat buruk.

Orangtua sebaiknya tidak marah atau tersinggung guna mencegah anak menjauh dan tidak mau mengungkapkan perasaan.

Sebaliknya, orangtua perlu membantu anak merasa dihargai dan didengar.

Ucapkan terima kasih karena anak memberikan kepercayaan untuk mengungkapkan perasaannya. Ini membuat anak merasa lebih baik.

Baca juga: Agar Anak Tetap Aktif, Ini Deretan Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Rumah

5: Berikan kuasa

Memberi kuasa kepada anak lebih baik dibandingkan menempatkannya pada tanggung.

Memiliki kuasa membuat anak merasa dipercaya sehingga mengurangi perasaan dirinya tidak penting.

Biarkan anak meniru dan membantu pekerjaan yang dilakukan orang dewasa.

Caranya bisa dengan memberi tugas kecil yang dapat diselesaikan dengan mudah, hanya dalam beberapa menit.

Ingat, tugas kecil yang diberikan harus sesuai dengan keinginan anak. Bukan pekerjaan yang ingin dihindari oleh orangtua.

Dalam mengerjakan tugasnya, anak mungkin tidak memberikan hasil sesuai standar orang dewasa. Tetapi orangtua tetap harus berterima kasih atas bantuannya.

Hal ini memperkuat rasa kompetensi anak. Anak-anak juga merasa dihargai karena bisa memberikan kontribusi kepada keluarga.

Orangtua dan anak perlu meluangkan sedikit waktu setiap hari untuk fokus bersenang-senang bersama.

Kegiatan ini dapat membangun hubungan yang hangat antara anak dengan orangtua.

Sudah sepatutnya orangtua dapat menjadi semua yang dibutuhkan anak untuk mengatasi kesepian.

Baca juga: Begini Peran Orangtua agar Anak Bisa Semangat Selama Pandemi


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.