Kompas.com - 13/11/2020, 15:57 WIB

Super Junior

Grup K-Pop pertama dengan jumlah anggota banyak yang naik daun adalah Super Junior. Formasi awal grup ini adalah 12 anggota di tahun 2005. Setelah itu, mereka menambah anggota ke-13, diikuti dua anggota lainnya untuk promosi di China.

Dua tahun kemudian, muncul Girls' Generation yang awalnya terdiri dari sembilan anggota.

Selain mempertimbangkan aspek koreografi, sebuah grup K-Pop dengan banyak anggota akan mampu menarik lebih banyak penggemar.

Baca juga: Tiffany Young Mengaku Pernah Depresi Saat Bersama Girls Generation

"Grup yang lebih besar menawarkan berbagai idol dengan kepribadian berbeda kepada penggemar, dan itu dapat mendorong keterlibatan serta partisipasi penggemar," kata Cho.

Namun, ia menjelaskan kelemahan di balik grup yang memiliki banyak anggota.

"Satu anggota dapat dibayang-bayangi atau tersesat dalam grup yang besar."

J-Pop

Grup K-Pop dan J-Pop memiliki banyak kesamaan. Namun, cara penonton terlibat dengan keduanya sangat berbeda.

Aksi panggung yang terkesan berlebihan merupakan hal wajar di Jepang, terutama grup AKB48 yang beranggotakan puluhan orang.

Baca juga: JKT48 Terkena Imbas Covid-19, Kurangi Member dan Staf agar Bisa Bertahan

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.