Kompas.com - 13/11/2020, 22:12 WIB
Ilustrasi kondom rclassenlayoutsIlustrasi kondom

KOMPAS.com – Sejumlah pasangan yang hendak menunda kehamilan memilih menggunakan kondom ketika bercinta. Alat kontrasepsi yang satu ini dinilai efektif mencegah kehamilan.

Tapi sebenarnya, tetap ada risiko kehamilan meskipun sudah memakai kondom ketika bercinta. Sebagian besar penyebabnya karena cara pemakaian yang salah dan adanya kerusakan pada kondom.

Menurut Planned Parenthood, kondom eksternal yang biasa dipakai oleh laki-laki efektif mencegah kehamilan hingga 98 persen. Tapi peluang terjadinya kehamilan masih ada karena sejumlah laki-laki tidak memakai kondom dengan cara yang benar.

Berikut 7 hal yang harus diperhatikan agar pemakaian kondom efektif mencegah kehamilan:

1. Ukuran

Penting untuk memakai kondom dengan ukuran tepat. Produsen kodom biasanya menyediakan dua ukuran yang dikenal dengan istilah ‘pas’ dan ‘XXL’.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memang tidak dijelaskan secara detail ukuran kondom. Tapi kebanyakan kondom ukuran standar cocok untuk sebagian besar Mr P.

Ketika dipakai, kondom seharusnya meregang dan panjangnya pas dengan Mr P. Apabila ternyata ukuran Mr P lebih panjang dari kondom, maka seharusnya memilih kondom XXL.

Tapi beberapa laki-laki dengan Mr P lebih besar ada yang memilih memakai kondom ukuran standar agar lebih ketat. Sebaliknya, ada laki-laki yang tidak nyaman memakai kondom ukuran pas.

Mereka memilih memakai kondom yang berukuran lebih besar. Hal inilah yang kemudian bisa meningkatkan risiko kehamilan walau sudah memakai kondom.

Oleh karenanya, penting untuk menyesuaikan ukuran kondom dengan ukuran Mr P.

Baca juga: Memilih Kondom yang Sesuai Ukuran Mr. P

2. Penyimpanan

Beberapa laki-laki menyimpan kondom di dompet untuk keadaan "darurat". Tapi ternyata itu bukan cara yang baik untuk menyimpan kondom.

Panas tubuh dan gesekan dapat merusak kondom karena dompet cenderung diletakkan di kantung celana. Dengan begitu dapat menurunkan kualitas kondom.

Tidak disarankan pula untuk menyimpan kondom di dalam mobil, kamar mandi, atau saku dalam waktu yang lama. Sebaiknya, simpan kondom di tempat yang sejuk seperti laci atau lemari.

Lalu apabila berencana bepergian dan bercinta di tempat lain, masukkan kondom ke tempat perlengkapan mandi, dompet koin, atau kantung di samping tas beberapa jam sebelum digunakan.

Baca juga: 4 Kesalahan Sederhana yang Berisiko Saat Pakai Kondom

3. Tanggal kedaluwarsa

Kondom memiliki tanggal kedaluwarsa. Jangan sampai menggunakan kondom yang sudah kedaluwarsa karena kondom lebih mudah rusak.

Telitilah sebelum membeli dan menggunakan kondom. Periksa tanggal kedaluwarsanya lebih dulu. Apabila ternyata masih bisa digunakan, langkah selanjutnya yang harus digunakan adalah memeriksa kondisi fisik kondom.

Periksa dengan cermat dan pastikan tidak ada kerusakan atau lubang sekecil apapun. Jika semua aman, kondom dapat digunakan saat bercinta.

4. Penggunaan

Kondom eksternal yang bisa digunakan laki-laki dapat dipasang setelah Mr P ereksi, tepat sebelum penetrasi dilakukan.

Pastikan kondom menutupi seluruh Mr P, dari kepala hingga pangkal. Jangan sampai ada gelembung udara.

Dot di ujung kondom juga tidak boleh mengandung udara karena dibutuhkan untuk menyimpan air mani saat ejakulasi.

Baca juga: Awas, Jangan Sampai Pakai Kondom Terbalik...

5. Pemakaian

Seperti yang dikatakan sebelumnya, pakailah kondom setelah Mr P benar-benar ereksi. Pakailah dengan cara yang tepat. Kondom harus pas seperti beanie, bukan topi mandi.

Buka gulungan kondom secara perlahan dan mulai diletakkan di kepala Mr P. Setelah itu pegang bagian ujung kondom yang berbentuk seperti dot, lalu gunakan tangan lain untuk memakaikan kondom ke Mr P. Pastikan tidak ada gelembung udara.

Apabila ingin menggunakan pelumas, bisa dipakai di dalam atau di luar kondom. Lalu jika sisi kondom yang dipakaikan ke Mr P ternyata salah, maka sebaiknya buang kondom dan gunakan yang baru.

6. Melepasnya

Setelah ejakulasi, Mr P harus langsung ditarik keluar dari Miss V. Sambil mengeluarkan, laki-laki harus memegang kondom di bagian ujung dan pangkal Mr P.

Ini mencegah kondom terlepas dari Mr P atau tersangkut di Miss V. Jika Mr P sudah keluar sepenuhnya dari Miss V, tarik kondom secara perlahan. Berhati-hatilah agar air mani tidak tumpah.

Setelah lepas, ikat ujung kondom agar air mani tidak keluar. Kemudian langsung buang, jangan malah menyiramkan air mani.

Baca juga: Jangan Cuci Kondom dan Memakainya Ulang

7. Pakai yang baru

Seperti yang dikatakan sebelumnya, setelah ejakulasi kondom harus dilepas. Apabila masih ingin terus melanjutkan sesi bercinta, gunakan kondom yang benar-benar baru.

Cara pemakaiannya disesuaikan dengan yang telah diungkap sebelumnya.

8. Rencana lain

Meskipun sudah berhati-hati memakai kondom, apapun bisa terjadi. Misalnya kondom tiba-tiba robek. Jika hal ini terjadi, segera hentikan dan keluarkan Mr P dari Miss V lalu lepaskan kondom.

Jika ada alat kontrasepsi lain yang sedang digunakan seperti IUD atau pil, kemungkinan kehamilan tidak akan terjadi. Namun apabila tidak yakin, bisa juga minum pil kontrasepsi darurat yang bisa didapatkan di apotek.

Pil EC harus segera diminum dalam jangka 3-5 hari setelah bercinta dilakukan. Makin cepat makin baik.

Penting untuk digarisbawahi walau kondom efektif mencegah kehamilan saat digunakan dengan benar, tetap ada kemungkinan kehamilan terjadi.

Untuk lebih aman, tidak ada salahnya menggunakan jenis kontrasepsi lain bersama dengan kondom.

Baca juga: Apakah Kondom Memiliki Kadaluwarsa? Ini yang Harus Anda Tahu

Kondom perempuan

Beberapa orang mungkin berpikiran kondom hanya dipakai oleh laki-laki. Tapi ada pula jenis kondom yang bisa dipakai oleh perempuan. Biasanya kondom ini dipasang di saluran Miss V.

Berbeda dengan kondom laki-laki yang dipakai saat ereksi terjadi, kondom perempuan bisa dimasukkan ke saluran Miss V hingga 8 jam sebelum aktivitas seksual dilakukan.

Cara pemakaiannya bagian yang berbentuk seperti cincin di sisi luar harus menggantung sekitar satu inci di luar lubang Miss V. Sedangkan bagian dalam harus melingkari leher rahim.

Saat penetrasi, kondom perempuan mencegah Mr P mengenai bagian dalam Miss V. Selain itu, sama seperti kondom laki-laki, kondom perempuan harus dibuang jika sudah dipakai sekali.

Untuk mengeluarkannya, putar bagian luar kondom dengan pelan lalu tarik. Berhati-hatilah agar air mani tidak tumpah dan buat simpul kemudian buang.

Satu hal yang perlu diketahui, kondom perempuan tidak bisa digunakan bersamaan dengan kondom laki-laki. Pasangan harus memilih mana yang hendak dipakai.

Baca juga: Tips Memilih Kondom Agar Bercinta Tetap Aman dan Nyaman


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.